Warga Banjarnegara Berebut Air Bersih, 5.000 Liter Ludes Dalam 30 Menit

Warga Banjarnegara Berebut Air Bersih, 5.000 Liter Ludes Dalam 30 Menit

Warga Kaliajir, Banjarnegara berebut bantuan air bersih dari Satlantas Polres Banjarnegara.-PUJUD/RADARMAS-

BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.DISWAY.ID - Warga Banjarnegara kesulitan mendapatkan air bersih. Bantuan 5.000 liter air bersih yang didistribusikan di Desa Kaliajir, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara, langsung ludes kurang dari 30 menit. 

Bantuan air bersih dari Satlantas Polres Banjarnegara ini langsung diserbu warga. Mereka saling berebut untuk mendapatkan bantuan air bersih. 

Satu tangki air bersih berkapasitas 5.000 liter disalurkan ke bak penampungan. Warga selanjutnya mengambil dari bak ke tempat-tempat penampungan seperti ember atau jerigen. 

Menurutnya, dampak kekeringan ini dirasakan lebih dari 2.000 warga di Kaliajir. Warga sangat mengandalkan bantuan air bersih dari pemerintah. Sedangkan untuk mandi dan mencuci warga menggunakan air sungai di dasar lembah yang masih mengalir. 

BACA JUGA:Kekeringan Meluas, Status Kekeringan di Banjarnegara dari Siaga Menjadi Tanggap Darurat

BACA JUGA:Hari Libur, BPBD Banjarnegara Tetap Distribusikan Air Bersih Dampak Kekeringan Meluas

Tokoh masyarakat desa setempat Zaenal Arifin mengatakan, selama ini mereka mendapatkan air bersih dari dasar sungai atau membeli di tempat pencucian mobil di luar wilayah dengan harga yang cukup lumayan.

"Warga di sini telah mengalami kekeringan selama dua bulan ini. Selama ini warga mengambil air dari sungai dan membelinya dengan harga Rp 80 ribu untuk sekitar 1.000 liter, padahal warga setiap hari membutuhkan air bersih untuk memasak, mandi, mencuci dan keperluan lainnya,” katanya, Selasa (12/9/2023).

Sementara itu Kasatlantas Polres Banjarnegara AKP Manggala mengatakan, mereka mendistribusikan 20.000 liter air bersih di sejumlah desa yang dilanda kekeringan. Sebagian besar didistribusikan kepada warga di pegunungan selatan Banjarnegara.  

“Kami salurkan 20.000 liter air bersih kepada warga yang dilanda krisis air bersih,” katanya. 

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, saat ini sudah ada 20 desa dan 5 kelurahan yang mengalami kekeringan. Bencana kekeringan ini dialami lebih dari 30.000 jiwa. (jud)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: