Januari - April 2023, di Banyumas Ada 93 Kasus DBD, dan 2 Orang Meninggal Dunia

Januari - April  2023, di Banyumas Ada 93 Kasus DBD, dan 2 Orang Meninggal Dunia

-ILUSTRASI/iStockphoto-

PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID- Sejak Januari hingga April 2023 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Banyumas relatif mengalami peningkatan. 

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas, total kasus DBD sejak Januari hingga April terdapat 93 kasus dengan 2 orang meninggal dunia. 

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas Sito Hatmoko mengatakan, hingga saat ini kasus DBD di Banyumas relatif masih tinggi. 

BACA JUGA:Waspada, Ada Potensi Terjadi Banjir Rob di pesisir Cilacap, Masyarakat Siap dan Tidak Khawatir

"Masih tinggi, apalagi dengan musim saat ini, kadan hujan kadang panas satu minggu, nah itu justru menjadi potensi telur nyamuk bersarang itu menetas," katanya, Jumat (5/5) 

Kasus DBD di Banyumas sendiri, Sito menyebutkan, Januari terdapat 27 kasus, Februari 30 kasus, Maret 23 kasus dengan 1 orang meninggal dunia, dan April 13 kasus serta satu meninggal dunia. 

Dan untuk pencegahan, menurutnya, yang paling penting dilakukan masyarakat untuk saat ini adalah dengan menggalakkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

"Paling utama yang harus dilakukan masyarakat ialah PSN, sebelum telur menetas itu di bersihkan kan sarangnya agar tidak sampai menetas," sambungnya. 

Hal itu dikarenakan, lantaran fogging hanya memberantas nyamuk-nyamuk yang sudah dewasa. 

"Kalau fogging, itu hanya memberantas nyamuk dewasa, jadi tetap yang paling efektif ialah PSN minimal seminggu sekali," pungkasnya. (win)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: