Hardianti Triana Driver Perempuan Pertama Trans Banyumas, Dikira Nyogok, Saat Ujian Praktik Nilai Tertinggi

Hardianti Triana Driver Perempuan Pertama Trans Banyumas, Dikira Nyogok, Saat Ujian Praktik Nilai Tertinggi

Hardianti Triana (22) kelahiran asli Cilacap. Saat ini menjadi satu-satunya sopir Wanita di Bus trans Banyumas.-Foto Dimas Prabowo / Radar Banyumas -

Sekilas, tidak ada yang mengira bahwa dara ayu asal Cilacap ini adalah seorang driver Trans Banyumas. April lalu saat seleksi driver Trans Banyumas, Hardianti Triana (22) merupakan satu-satunya perempuan yang mendaftar. Dan harus bersaing dengan 8 pendaftar lainnya yang semuanya laki-laki. Karena perempuan ia mengaku, sempat dipandang sebelah mata oleh pesaingnya. Namun, berdasarkan hasil seleksi akhir. Ia bertengger di peringkat satu. Dengan nilai terbaik. Hasil itu, sempat membuat pesaingnya mengira ia 'nyogok' agar bisa lolos seleksi. 

AAM JUNI, Purwokerto.

Sejak usia 16 tahun, ia sudah piawai menyetir mobil. Dengan belajar mengemudikan angkot milik bapaknya. Bahkan ketika sudah lancar, ia bawa angkot itu untuk menarik penumpang. Buat tambahan uang jajannya. 

"Masih SMK, Sabtu dan Minggu libur angkot tidak dipakai, saya yang narik dan berjalan dua tahunan," kata dia. 

Tak perlu waktu lama. Ia langsung lancar mengemudikan angkot bapaknya itu. 

"Langsung bisa belajar di lapangan dua kali langsung ke jalan. Jadi Karena itu aku yang mau jadi lancar," terangnya. 

Motivasinya belajar mengemudi sederhana. Mengambil jurusan otomotif saat sekolah kejuruan, menurutnya kurang afdhol jika tidak bisa menyetir. 

"Sering bongkar mesin, masa tidak bisa bawa mobil ya. Karena di rumah ada angkot iseng-iseng belajar," ucapnya. 

Kala itu, uang yang ia dapat cukup lumayan. Untuk sehari bisa meraup laba bersih Rp 100 ribu. 

"Kalau carteran bisa lebih besar, bisa mencapai Rp 200 ribu," ujarnya. 

Selepas lulus SMK, ia sempat menjajal pekerjaan sebagai karyawan pabrik. Setelah menjalani selama 2 tahun 9 bulan, ia putuskan berhenti. 

"Karena capek di PT terakhir, kerjanya berat karena harus desk kerjanya berat. Akhirnya mutusin kerja travel," paparnya. 


Hardianti Triana (22) kelahiran asli Cilacap. Saat ini menjadi satu-satunya sopir Wanita di Bus trans Banyumas.-Foto Dimas Prabowo / Radar Banyumas -

Ia membawa travel wisata. Dengan trayek Cilacap - Jakarta. Selama menjadi driver travel ia punya julukan. Driver Manisee Jalur Selatan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: