Honda

Pengamen di Perempatan Bukateja Dikeluhkan Masyarakat Sejak Lama

Pengamen di Perempatan Bukateja Dikeluhkan Masyarakat Sejak Lama

Tujuh pengamen yang terjaring razia tengah diberikan pembinaan di Polsek Bukateja.-DOK.ADITYA/RADARMAS-

PURBALINGGA, RADARBANYUMAS.CO.ID -  Tujuh orang pengamen yang berhasil dirazia oleh tim gabungan Pemerintah Kecamatan Bukateja, bekerjasama dengan Polsek Bukateja dan Koramil Bukateja, ternyata sudah meresahkan sejak lama.

Hal itu diungkapkan oleh Camat Bukateja Sutriono kepada Radarmas, Selasa, 24 Januari 2023.

"Kami menerima laporan pengaduan masyarakat, bahwa di persimpangan traffic light Ngebrak terdapat aktivitas PGOT yang meresahkan masyarakat. Serta, berpotensi menimbulkan gangguan Tibumtranmas," ungkapnya.

BACA JUGA:Tujuh Orang Terjaring Razia PGOT di Bukateja Purbalingga

Keluhan masyarakat tersebut, menurutnya juga muncul dalam kegiatan Jumat Curhat, yang dilaksanakan oleh Polsek Bukateja.

"Atas dasar itu kami jajaran Forkompimcam Bukateja melaksanakan razia tersebut," ujarnya.

Kapolsek Bukateja Iptu Rohmat Setyadi menambahkan, razia pengamen diperempatan Brak dilakukan, karena membahayakan pelaku dan mengganggu ketertiban.

BACA JUGA:PAD Pariwisata Cilacap Tahun 2022 Tak Penuhi Target

Dalam razia tersebut, selain mengamankan dan membina tujuh pengamen.

Tim gabungan juga mengamankan barang bukti pelanggaran Perda, yakni lima kostum badut dan satu ukulele.

"Terhadap tujuh pengamen yang terjarinv razia kami memberikan sanksi kepada pelanggar Perda Nomor 9 Tahun 2016 tentang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat di Kab Purbalingga. Yakni, teguran lisan dan peringatan tertulis," jelasnya. 

BACA JUGA:Waspadai Cuaca Ekstrem, Pendakian Gunung Slamet Via Bambangan, Ini Yang Harus Dipersiapkan

Diberitakan sebelumnya, tim gabungan Pemerintah Kecamatan Bukateja, Polsek Bukateja dan Koramil Bukateja menggelar razia pengamen di Perempatan Brak, Desa Kembangan, Kecamatan Bukateja Kabupaten Purbalingga, Selasa, 24 Januari 2023.

Sebanyak tujuh orang berhasil dirazia dalam kegiatan tim gabungan tersebut. Terdiri dari lima pengamen badut dan dua pengamen anak punk. (tya)

Sumber: