Bangunan Kelas SD Ciarus Randegan Wangon Rusak Mengerikan, Siswa Masuk Bergantian

Bangunan Kelas SD Ciarus Randegan Wangon Rusak Mengerikan, Siswa Masuk Bergantian

Ilustrasi sekolah rusak : Tinggal Subagyo (52), Komite dan Walimurid SDN 2 Ciarus menunjukan ruang kelas yang rusak parah, selasa (16/8/2022).-Foto Dimas Prabowo/Radar Banyumas -

Wangon, Radarbanyumas.co.id - SD Negeri 2 Ciarus, Desa Randengan, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, kekurangan ruang belajar bagi anak didiknya, akibat dua ruangan rusak parah.

Kekurangan ruang belajar di SDN 2 Ciarus ini sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. Sejak 2018 dan kian parah lantaran tanah bergerak, Selasa lalu (16/8/2022).

Suparman, Guru Agama di SDN 2 Ciarus ini menjelaskan ruang kelas ini rusak sejak 2018 dengan retak-retak.

"Kemudian dari pihak dinas, ruang ini tidak boleh digunakan untuk proses belajar-mengajar. Kami mengikuti arahan itu," katanya.

Menurutnya, kurang-lebih dalam kurun waktu 4 tahun, hingga bulan Agustus ini, saat hujan lebat selasa lalu. Membuat pondasi bangunan kelas yang dibangun secara swadaya masyarakat itu, bertambah parah, bergeser dan mengakibatkan tembok miring dan hampir roboh.

Sementara itu, Kepala SD Negeri 2 Ciarus, Kusdiyanto menambahkan,"Kami datang ke sini akhir tahun 2021, ketika kami datang dua ruang kelas tidak bisa digunakan lagi, dua ruangan," Katanya kepada wartawan.

Kondisi dua ruangan tersebut semakin parah setelah hujan lebat mengguyur, baru-baru ini. Temboknya roboh dan fondasinya jebol.

SDN 2 Ciarus memiliki siswa sebanyak 181 anak, dan sejak 2018 diterapkan kegiatan belajar mengajar secara bergantian.

"Untuk kelas 1 sampai 3 dimulai pada pukul 07.00 WIB- 10.00 WIB, sedangkan untuk selebihnya digunakan untuk kelas 4 sampai 6," terang Kusdiyanto. 

Tinggal Subagyo (52), yang menjadi ketua Komite SD Negeri 2 Ciarus, mengharapkan adanya perbaikan secepatnya terhadap dua ruang kelas yang hampir ambruk itu. 

Ia menceritakan sedikit sejarah Sekolah Dasar Negeri 2 Ciarus ini, "SDN ini berdiri tahun di tahun 1997, hanya dengan 3 ruang kelas. Kemudian, walimurid saling iuran sejak 1999 hingga 2002 untuk membangun 2 ruangan belajar yang kini rusak itu,".

Tinggal Subagyo yang juga memiliki anak bersekolah di SDN 2 Ciarus berharap sekolah tersebut layak huni dan aman dipakai untuk belajar mengajar. 

Karena menurutnya, dengan model shif-shifan, anak-anak pulangnya terlalu sore.

 

DAK Tahun Ini Tidak Akomodir Pembangunan RKB Baru Di Banyumas

Dana Alokasi Khusus (DAK) di Kabupaten Banyumas tahun ini belum bisa mengakomodir pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB). Penyebabnya Banyumas tidak masuk dalam kategori daerah Tertinggal, Tepencil dan Terluar (3T).

 

Kasi Sarpras SD Dindik Banyumas, Joni Kopriyanto mengatakan daerah 3T menjadi prioritas untuk pembangunan RKB dengan DAK. Dengan terkuncinya DAK untuk RKB saat ini, Dindik Banyumas tetap mengusahakan pembangunan RKB dari anggaran lain berkomunikasi dengan Pemkab Banyumas.

 

"Mudah-mudahan masih ada kesempatan dan diberi kesempatan juga untuk dapat dari APBD," katanya.

 

Untuk tahun ini disampaikannya mengupayakan di anggaran perubahan sudah tidak cukup waktu. Tidak hanya di SDN 2 Ciarus, tetapi juga sekolah lainnya dibawah kewenangan Dindik Banyumas dengan kerusakan RKB diatas 65 persen. (Yda/Dms/ttg)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: