Kisah Tujuh Jam Sofia Saat Diculik

Kisah Tujuh Jam Sofia Saat Diculik

Dibelikan Pulsa Oleh Penculik, Tapi Hatus Ajari Mengemudi dan Pakai ATM Tujuh jam "menghabiskan" waktu bersama para penculik. Banyak hal dialami Sofia Nur Atalina. Tapi, bukan hanya meneror dan menyiksa fisik, penculik mahasiswi kedokteran Unsoed itu pun kerap berlaku bodoh. Masruri, ayah Sofia menuturkan, berdasar cerita anaknya, para pelaku penculikan itu ternyata gagap saat akan mengendarai mobil matic. "Mereka tidak mahir menggunakan mobil type Matic Honda Brio milik Sofia. Jadinya, mereka minta diajari bagaimana mengendarai mobil itu," katanya. sofia-mobil Karena dibawah ancaman dan rasa takut yang mendera, Sofia pun memberitahukan cara menggunakan mobil matic tunggangannya itu. Usai itu, para pelaku pun menggeber mobil ke arah Patikraja, Banyumas. Di kecamatan tersebut, pelaku sempat berputar-putar. "Waktu itu, Sofia disuruh untuk menghubungi orang tua, dan meminta uang sebesar Rp 60 juta. Namun, Sofia beralasan tidak memiliki pulsa," tutur Masruri. Saat itulah pelaku mengeluarkan modalnya. Mereka membelikan pulsa untuk mengisi nomor Sofia. Masruri mengungkapkan, ketika Sofia menelpone minta dikirim uang, dia memberikan isyarat bahwa dirinya sudah mengetahui apa yang terjadi. Masruri meminta anaknya untuk berfikir tenang dan cerdas agar keberadaannya cepat ditemukan. "Akhirnya Sofia menggunakan kekurangan dirinya untuk mengulur waktu agar polisi cepat menemukan keberadaannya. Misal, Sofia mengaku mabuk kendaraan. Hal itu, memaksa pelaku berhenti agar Sofia hilang mabuknya," ungkapnya. Selama di mobil, Sofia disuruh duduk di bagian lantai mobil yang terbilang sempit. Agak beruntung, badan Sofia terbilang mungil, hingga dia tak terlampau tersiksa berat karenanya. Selama dalam perjalanan, Masruri menuturkan, Sofia mengalami beberapa kekerasan fisik. Antara lain, dipukul, ditendang dan ditampar. "Namun Alhamdulillah dari pengakuan Sofia, dia tidak mengalami kekerasan seksual ataupun percobaan perkosaan dan kejahatan keji lainnya," paparnya. Dalam perjalanan itu pula, pelaku sempat mengecek saldo ATM milik Sofia. Tak cukup sekali, mereka mengecek sampai tiga kali. Para pelaku ini juga tidak tahu cara menggunakan ATM. Setelah lama mencari keberadaan ATM sesuai bank yang digunakan Sofia, pelaku pun kebingungan. "Sofia lalu memberitahu bahwa ATM miliknya bisa digunakan dimana saja dalam ATM Bersama. Hal itu Sofi lakukan, untuk mengulur waktu dan memperlambat gerak penculik, supaya keberadaannya bisa terdeteksi petugas," imbuhnya. Masruri juga mengatakan, Sofia sempat diancam bahwa pelaku membawa senjata api di dalam mobil. Namun, karena menguasai dan paham seluk beluk mobilnya, Sofia tidak terpengaruh. "Pelaku mengatakan bahwa mereka membawa pistol yang ditaruh di dalam mobil. Saat ada bunyi sesuatu, pelaku mengatakan bahwa itu adalah suara pistol yang disimpan. Namun, Sofia paham bahwa suara tersebut adalah bunyi dari peralatan mobilnya," kata dia. (mif)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: