Pemkab Bakal Relokasi PKL Alun-alun

Pemkab Bakal Relokasi PKL Alun-alun

[caption id="attachment_102460" align="aligncenter" width="100%"] Pemkab Bakal Relokasi PKL Alun-alun[/caption] PURBALINGGA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga tengah serius menata Alun-alun Purbalingga. Pemkab tengah mengkaji rencana untuk merelokasi para PKL Alun-alun ke lokasi baru. GOR Goentoer Darjono dan Kya Kya Mayong diwacanakan menjadi alternatif lokasi baru bagi para PKL Alun-alun tersebut. Hal itu disampaikan Bupati Purbalingga, H Tasdi SH MM. Dia mengatakan, Pemkab tidak akan menggusur PKL. Karena itu, pihaknya bakal mencari solusi agar para pedagang bisa tetap berjualan, dan ramai pembeli. Saat ini, Pemkab telah melaksanakan kajian mendalam. “Mereka juga memiliki keluaga. Jika tak boleh berjualan tentu sangat disayangkan. Kita akan coba cari solusi agar mereka ditempatkan di lokasi yang ramai namun tidak membuat wajah kota menjadi kumuh,” jelasnya. Sembari melakukan kajian, saat ini  pemkab sudah menata Pedagang Kaki Lima (PKL) di setengah lingkaran sebelah Selatan. PKL di sisi ini, digeser ke sebelah selatan, tepatnya di Jalan Piere Tendean. “Kawasan alun-alun sebelah utara, termasuk yang berhadapan dengan Pendapa Dipokusumo Pemkab Purbalingga tidak boleh untuk berjualan,” ujar Bupati Purbalingga H Tasdi SH MM kepada Radarmas, akhir pekan lalu. Pemkab juga menata pedagang yang berada di kawasan sebelah Timur alun-alun, yang berhadapan dengan Jalan Jenderal Soedirman. Jumlah PKL di sisi ini juga dikurangi. Mereka hanya boleh menggelar dagangan di sebelah sisi kanan alun-alun saja. Dengan demikian alun-alun tidak tertutup oleh keberadaan PKL. Pemkab juga sudah melakukan larangan kepada PKL untuk menggunakan trotoar. Tenda PKL yang tadinya dipasang di atas trotoar Alun-alun, diminta untuk turun lagi ke jalan. “Kami juga sudah memasang lampu hias di pohon yang ada di sekeliling alun-alun. Sehingga jika malam kawasan alun-alun menjadi lebih terang,” katanya. Saat ini, Detail Engineering Design (DED) renovasi Alun-alun sudah mulai disusun. Jika anggaran memungkinkan, akan dilaksanakan di APBD Perubahan tahun 2016. Jika waktunya mepet akan dikebut di APBD 2017. "Kami juga berencana memberi nama Alun-alun. Terkait namanya, saya sudah menugaskan Wakil Bupati (Dyah Hayuning Pratiwi, red) untuk mencari namanya," imbuhnya. (tya)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: