Pemkab Kebuh Pembebasan Lahan

Pemkab Kebuh Pembebasan Lahan

Pemkab Kebuh Pembebasan LahanPURBALINGGA - Pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bakal mengucurkan dana Rp 150 miliar untuk pengembangan Bandara Wirasaba menjadi bandara komersial. Rencananya, anggaran sebesar tersebut bakal turun Mei mendatang, melalui APBN Perubahan 2016. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Purbalingga, Ir Setiyadi MSi, Kamis (10/3) mengungkapkan, Pemkab Purbalingga akan mulai melakukan pembebasan lahan untuk mendukung hal tersebut. Apalagi, pembebasan lahan ini merupakan instruksi langsung dari Gubernur Jateng agar Pemkab Purbalingga melalui dana APBD. Setiyadi menargetkan, tim percepatan pengadaan tanah ini mulai melaksanaakan tugasnya pada bulan Maret ini. "Rencana teknis terinci kan sudah dibuat oleh Pemprov, tinggal dilakukan pengukuran pemasangan patok-patok, bagian mana saja yang perlu dibebaskan," ujarnya. Dia mengungkapkan, bulan ini, Pemkab juga menargetkan untuk dilaksanakan sosialisasi kepada warga yang menempati lahan yang akan dibebaskan. Hal ini dilakukan agar masyarakat memahami kepentingan pembangunan bandara ini. Usai pembebasan lahan,  lahan tersebut akan dihibahkan kepada pemerintah pusat. Sebab Kemenhub RI selaku kepanjangan tangan pemerintah pusat, yang menjadi leading sector pembangunan bandara Wirasaba ini. Dia menjelskan,  pembebasan lahan akan meliputi pembebasan untuk perpanjangan runway dari 850 meter dengan lebar 60 meter, menjadi 1550 meter atau dibutuhkan pembebasan seluas 5,1 hektar. Selain itu, pembebasan lahan juga akan dilakukan pembangunan jalan akses menuju bandara melalui Desa Tidu, Kecamatan Bukateja seluas 1,3 hektar. "Kami sudah berkordinasi dengan BPN (Badan Pertanahan Nasional, red) untuk pembebasan lahan ini. Saat pembebasan nanti akan melibatkan tim penaksir yang independen, selanjutnya akan dilakukan negosiasi dengan warga apakah mau ganti untung atau ganti rugi," ujarnya. Terkait jumlah biaya yang disiapkan untuk pembebasan lahan, Pemkab belum menentukan secara pasti. Pihaknya masih menunggu setelah proses penaksiran harga oleh tim independen. Namun demikian, tahun 2016 ini Pemkab telah menyediakan dana cadangan untuk pembangunan wirasaba sebesar Rp 15 miliar. "Nantinya rekening dana cadangan ini bisa diganti peruntukannya guna pembebasan lahan. Namun bukan berarti Rp 15 miliar ini semuanya untuk pembebasan lahan, akan tetapi juga untuk pembangunan jalan untuk mempermudah aksesnya," paparnya. Terkait pelaksanaan nota kesepahaman  terkait kerjasama dan pembagian tugas pembangunan bandara ini akan lebih dititik beratkan oleh Kemenhub - TNI AU dan Pemprov Jateng. Sementara untuk Pemkab, kata Setiyadi akan lebih banyak berperan untuk pembangunan infrastruktur penunjang menuju akses ke Wirasaba. (tya)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: