Banner v.2

Pemkab Minta Utamakan Sapi Lokal, Pantau Ketat Wabah Penyakit Mulut dan Kuku

Pemkab Minta Utamakan Sapi Lokal, Pantau Ketat Wabah Penyakit Mulut dan Kuku

CEK: Petugas dinas memeriksa kesehatan ternak di wilayah Kecamatan Padamara. PURBALINGGA - Masih berkembangnya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), termasuk hewan kurban, membuat pemerintah bertindak serius. Pemkab Purbalingga meminta masyarakat membeli hewan kurban seperti sapi dari lokal wilayah Purbalingga. Hewan itulebih terkontrol untuk mencegah penyebaran PMK. "Meski sampai saat ini tingkat penyebaran landai, namun masih harus diantisipasi lebih baik. Hingga Juni dari 9 sapi positif PMK, masih tersisa 2 yang belum sembuh normal. Sapi asli Purbalingga masih aman," tutur Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Purbalingga, Mukodam SPt, Rabu (8/6). Keuntungan membeli sapi di Purbalingga, menurut dia, lebih mudah dicek kondisi kesehatan ternaknya. Hingga detik ini, banyak masyarakat yang akan berkurban mengecek kondisi ternak langsung ke kandangnya. “Kami lihat saat di kandang, pembeli akan menentukan cocok atau tidak kualitas dengah harganya, cacat atau tidak, sakit atau sehat,” imbuhnya. Dia mengatakan, landainya penyebaran PMK di Purbalingga menandakan pemahaman upaya pencegahan dan pengobatan dari para peternak sudah cukup bagus. Diikuti dengan tindakan riil berupa tindakan sanitasi kandang, perbaikan pakan, meminimaisir mobilisasi petugas kandang, koordinasi pelaporan kejadian kepada petugas melalui crisis center dinas. https://radarbanyumas.co.id/pasar-sapi-dibuka-kembali-hanya-untuk-pedagang-lokal-banjarnegara/ Mukodam pun engingatkan, saat ini Provinsi Jawa Tengah memberlakukan pengetatan transportasi / pengiriman ternak antar daerah. Yaitu dengan memakai Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH), termasuk di tiap kabupaten/kota di Jateng. SKKH dapat diterbitkan dengan pemeriksaan langsung secara medis oleh dokter hewan. "Daerah yang terjangkit PMK sudah tidak menerbitkan SKKH, kecuali untuk ternak sehat yang berasal dari kandang sehat (tidak terjangkit, red)," tegasnya. (amr)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: