360 Kartu Kuning Sepekan Pascalebaran, Dinperinnaker Purbalingga Sebut Tren Tahunan Terus Menurun
Pelayanan pembuatan Kartu Kuning (AK1) di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Purbalingga.-Alwi Safrudin/Radarmas-
PURBALINGGA, RADARBANYUMAS.DISWAY.ID - Sebanyak 360 kartu kuning (AK1) diterbitkan Dinperinnaker Purbalingga dalam sepekan pascalebaran. Lonjakan ini kontras dengan tren tahunan yang justru terus mengalami penurunan.
Data menunjukkan, permohonan AK1 turun drastis dari 16.391 pada 2022 menjadi hanya 6.817 pada 2025. Penurunan ini mencerminkan melemahnya serapan tenaga kerja di sektor industri lokal.
Fungsional Pengantar Kerja Ahli Muda Dinperinnaker Purbalingga, Yudhi Hendri Hananto, menyebut lonjakan pascalebaran merupakan pola musiman. Namun secara keseluruhan, grafik tahunan tetap menurun.
"Pascalebaran ini memang ada tren kenaikan pembuatan kartu AK1. Dibanding hari biasa, pelayanan biasanya di bawah 50. Namun jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, angka saat ini sebenarnya mengalami penurunan," jelasnya, Minggu (5/4/2026).
BACA JUGA:Pemohon Kartu Kuning di Purbalingga Capai 4.641 Orang
Dari total 360 layanan periode 25–31 Maret 2026, sebanyak 168 merupakan cetakan baru. Sisanya merupakan perpanjangan dan penggantian kartu hilang.
Penurunan tren sudah berlangsung sejak 2023, dari 9.819 layanan menjadi 8.215 pada 2024 dan kembali turun ke 6.817 pada 2025. Kondisi ini sejalan dengan minimnya rekrutmen tenaga kerja.
"Jangankan rekrutmen, justru angka PHK yang bertambah," paparnya.
Dampaknya, arah pencari kerja mulai bergeser ke luar daerah. Mayoritas pemohon AK1 pascalebaran memanfaatkan dokumen tersebut untuk melamar pekerjaan di luar Purbalingga.
Salah satu tujuan yang terpantau adalah pabrik sepatu di Kabupaten Jepara. Fenomena ini mempertegas terbatasnya peluang kerja di dalam daerah.
Sementara itu, pencari kerja Ika Darminto mengaku memperpanjang AK1 setelah kontraknya habis. Ia masih mencoba peluang di dalam daerah, namun membuka opsi ke luar wilayah.
"Karena masa kontrak habis, saya mau cari pekerjaan di tempat lain. Saya coba mencari di Purbalingga dulu. Tidak menutup kemungkinan di luar Purbalingga," ungkapnya. (***)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
