Purbalingga Catatkan Rekor Nol Kasus Covid-19
HERD IMMUNITY: Vaksinasi anak yang dilaksanakan oleh Puskesmas Bobotsari. (ADITYA/RADARMAS)
PURBALINGGA - Kabupaten Purbalingga untuk pertama kalinya mencatatkan rekor nol kasus, selama pandemi Covid-19 berlangsung.
Padahal sebelumnya, sempat terperosok di zona merah penyebaran kasus virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan, Tiongkok dua tahun lalu.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Purbalingga dr Jusi Febrianto mengatakan, berdasarkan data update kasus aktif Covid-19, Senin (3/1) malam, sudah tak lagi terdapat kasus aktif positif Covid-19.
"Sebelumnya, sempat ada lima orang yang dinyatakan positif. Namun, sudah dinyatakan sembuh. Sehingga, kasus menjadi nol," katanya kepada Radarmas, Selasa (4/1).
Berdasarkan data tersebut, sejak pandemi Covid-19 di Kabupaten Purbalingga, total terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 18.446 orang. Kasus aktif nol pasien. Sembuh sebanyak 17.310 orang, serta meninggal dunia 1.136 orang.
Hal itu menurutnya, menjadi kado yang indah bagi Kabupaten Purbalingga di awal tahun 2022.
"Keberhasilan ini merupakan kerja keras semua pihak, baik masyarakat maupun stakeholder terkait lainnya, termasuk tenaga kesehatan (nakes)," ujarnya.
Meski, demikian pihaknya tetap meminta masyarakat tetap waspada dan tidak kendur menjalankan prokes. Sebab, pandemi Covid-19 belum usai. Apalagi Presiden RI Joko Widodo resmi memperpanjang status pandemi Covid-19 di Indonesia.
Dia menambahkan, selain selalu menjaga prokes, masyarakat juga diminta melaksanakan vaksinasi.
"Bagi yang belum divaksin segera divaksin sesuai instruksi pemerintah," tambahnya.
https://radarbanyumas.co.id/cilacap-nol-kasus-covid-19/
Tujuannya agar herd immunity semakin terbentuk di masyarakat. Serta, bisa menghindari dari ancaman gelombang ketiga penyebaran Covid-19 varian baru pascalibur Natal dan Tahun Baru.
Data vaksinasi hingga Senin (3/1) pukul 23.59 WIB, sudah tercapai 77,94 persen atau 606.936 orang, untuk dosis pertama. Dosis kedua sudah mencapai 56,93 persen atau sebanyak 443.377 orang.
Vaksinasi anak usia 6-11 tahun juga sudah mencapai 23,20 persen atau sebanyak 21.489 anak, untuk dosisi pertama. (tya)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
