Banner v.2

Simon Gagal Total

Simon Gagal Total

JAKARTA - Kekalahan demi kekalahan yang ditelan Indonesia di putaran kedua Kualfikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia sudah cukup memerahkan telinga. Berada di Grup G, dari empat pertandingan yang sudah dijalani, anak asuh Simon Mcmenemy tak meraih satu poin pun. Berada di juru kunci klasemen sementara, Indonesia sudah menelan empat kali kekalahan. Tiga kali di kandang sendiri dan satu di laga tandang. Pada matchday pertama di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Timnas Indonesia kalah saat menjamu Malaysia. Meski sudah unggul 2-1, namun lawan berhasil membalikkan kedudukan menjadi 2-3. Lima hari berselang, di tempat yang sama, Timnas Indonesia lagi-lagi menelan kekalahan. Kali ini, Thailand yang membuat Timnas Indonesia harus tertunduk lesu dihadapan pendukungnya sendiri. Tim Negeri Gajah Putih itu berhasil membungkam Timnas Indonesia dengan tiga gol tanpa balas alias 0-3. Terakhir, Indonesia kembali dipermalukan untuk ketiga kalinya di depan para pendukungnya sendiri. Berlaga di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Evan Dimas kalah 1-3 oleh Vietnam, Selasa (15/10) lalu. Hasil terburuk timnas ketika bertandang ke markas Uni Emirat Arab (UEA) 10 Oktober lalu. Dimana Indonesia digasak tuan rumah dengan skor telak 0-5. Torehan buruk yang diraih timnas Indoensia membuat kecewa publik sepak bola Tanah Air. Bahkan usai laga menghadapi Vietnam, tagar #SimonOut menjadi trending topic di berbagai media sosial. Tidak hanya para netizen, luapan kekecewaan juga datang dari Legenda Timnas Indonesia, Dede Sulaiman kepada Simon McMenemy. Bahkan, Dede menyebut bahwa penampilan buruk Andik Vermansyah dan kawan-kawan lantaran konsep dan strategi permainan yang diterapkan Simon tak jelas. "Pelatih (Simon-red) tidak memiliki konsep dan strategi bermain yang jelas. Termasuk dalam hal susunan pemain dan pergantian pemain," ungkap pria yang membawa tim Garuda juara Subgrup 3B Kualifikasi Piala Dunia 1986 zona Asia itu kepada Fajar Indonesia Network (FIN), Kamis (17/10) kemarin. Dede meminta, saat ini harus ada orang yang mampu mengembalikan mental para pemain, agar dipertandingan selanjutnya skuat Garuda dalam performa baik dan tidak kembali menelan kekalahan. Hal itu dikatakannya, mengingat Indonesia akan kembali menghadapi empat tim sebelumnya, lantaran babak kualifikasi ini menggunakan sistem home and away. "Saat ini yang harus diperbaiki adalah mental pemain bagaimana cara memberikan semangat agar pertandingan berikutnya tidak mengalami kekalahan lagi," katanya.(gie/fin/tgr)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: