Tebing Longsor Ancam Rumah Warga di Ajibarang
AJIBARANG- Akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Kebasen dan sekitarnya, tebing setinggi 10 meter longsor dan mengancam rumah milik Dorin warga Grumbul Kompak Danau RT 3 RW 1 Desa Karangsari Kecamatan Kebasen, Minggu (8/10) malam.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut namun dengan intensitas hujan yang tinggi menyebabkan warga harus tetap waspada.
Danramil 17/Kebasen Kapt Inf Agus Resi mengatakan, hujan deras tersebut menyebabkan satu rumah warga rusak setelah material longsoran mengenai bagian dapur.
Walaupun bagian dapur yang terkena material longsor namun kondisi paska longsor juga harus diwaspadai karena tebing masih rawan longsor susulan.
"Tebing masih rawan longsor sehingga kami himbau kepada warga terutama yang berada di dekat tebing untuk waspada. Kerugian longsoran ditaksi mencapai Rp 5 juta,"jelasnya.
Untuk pembersihan material longsor, , akan dilaksanakan secara bersama-sama antara warga, Muspika Kebasen, BPBD, Tagana, Senkom, Pramuli, Linmas serta pihak-pihak yang akan datang pada Selasa (10/10).
Koordinator TRC BPBD Banyumas, Kusworo mengatakan, selain rumah Dorin yang terancam, dua rumah warga lain juga terancam yaitu milik Junaidi dan Sutin. Pelaksanaan pembersihan material baru akan dilaksanakan pada Selasa (10/10).
Sementara itu, saluran irigasi Badak 1 yang mengaliri sawah seluas 100 hektare milik tiga kelompok tani di Desa Sawangan Kecamatan Ajibarang jebol, Minggu (8/10) lalu.
Saat ini, saluran irigasi tersebut belum ada penanganan dari pihak terkait sehingga petani was-was tidak bisa mempersiapkan masa tanam mendatang.
Salah satu petani, Nadan mengatakan, dengan intensitas hujan yang tinggi menyebabkan saluran irigasi jebol dengan panjang hampir 10 meter dan kedalaman empat meter.
Akibatnya air di saluran irigasi tidak masuk ke sawah petani karena irigasi terputus dan mengancam petani tidak bisa mempersiapkan masa tanam mendatang.
"Kami ada tiga kelompok tani dengan luas sawah mencapai 100 hektar yang memanfaatkan saluran irigasi Badak 1. Karena irigasi jebol, aliran air tidak bisa masuk ke sawah padahal masa tanam mendatang petani membutuhkan air mulai dari pengolahan sawah,"jelasnya, Senin (9/10).
Dia berharap pihak terkait segera menangani dan memperbaiki saluran irigasi yang juga membuat saliran irigasi Badak 2 terkena dampak setelah material longsor masuk ke saluran Badak 2. Ia juga berharap pada masa tanam mendatang sudah bisa ditangani sehingga petani tidak kesulitan air atau bahkan gagal tanam.
"Harapan kami saluran irigasi tersebut segera diperbaiki supaya dalam masa tanam mendatang kami tidak kesulitan air. Kalau tidak segera diperbaiki juga akan membuat sejumlah retakan baru di sekitar irigasi yang jebol menjadi ikut jebol,"ujarpnya.
Kepala Desa Sawangan, Karsim AM menjelaskan, saluran irigasi Badak 1 pernah jebol pada tahun 2015. Namun kerusakan irigasi tersebut tidak separah pada hari Minggu (8/10) lalu.
Kerusakan tahun 2015, petani melakukan swadaya dengan memasang tiang pancang dari bambu dan mendapat bantuan 500 kantong karung dari BPBD Banyumas.
"Dulu pada tahun 2015 sudah ada penanganan namun tidak separah kejadian kali ini. Jebolnya saluran irigasi tersebut membawa material tanah yang masuk ke saluran irigasi Badak 2 yang saat ini sedang dalam tahap pembangunan,"jelasnya.
Pihaknya akan mengajukan bantuan untuk penanganan irigasi Badak 1 kepada pemerintah. Dia berharap sebelum masa tanam sudah bisa digynakan dan petani tidak gagal tanam atau kesulitan air. (gus)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
