Banner v.2

Jalan Kamulyan–Watuagung Banyumas Kembali Berlumpur, Anggaran Aspal di Titik Longsor Belum Tersedia

Jalan Kamulyan–Watuagung Banyumas Kembali Berlumpur, Anggaran Aspal di Titik Longsor Belum Tersedia

Kondisi jalan berlumpur dan licin di jalan kabupaten ruas Kamulyan-Watuagung membahayakan pengguna jalan, Rabu (4/2). -SUWARYO UNTUK RADARMAS-

BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID – Kondisi jalan kabupaten ruas Kamulyan–Watuagung, Kecamatan Tambak, tepatnya di STA 11+050 Gerumbul Plandi, kian memprihatinkan. Badan jalan kembali berlumpur dan licin, menghambat aktivitas warga sekaligus pengguna jalur lintas kabupaten.

Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Watuagung, Suwaryo, mengatakan pengurugan sirtu yang dilakukan secara swadaya oleh warga pada akhir Desember 2025 tidak bertahan lama. Lapisan sirtu kini kembali amblas dan bercampur tanah.

“Urugan sirtu swadaya warga amblas, masuk tanah. Kondisi badan jalan sudah jadi lumpur lagi,” ujar Suwaryo, Rabu (4/2).

Hujan yang masih sering turun memperparah kondisi jalan. Lumpur bercampur air membuat permukaan jalan sangat licin dan berisiko bagi pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor yang rawan terpeleset.

BACA JUGA:Longsor Tutup Satu-Satunya Jalan Sirau–Kramat Purbalingga, Akses Lumpuh Sejak Selasa Petang

Ruas STA 11+050 diketahui merupakan titik terdampak bencana tanah longsor pada Mei 2025 lalu. Namun, hingga kini penanganan belum tuntas. Badan jalan belum diaspal dan hanya mengandalkan penanganan darurat.

Jalan kabupaten Kamulyan–Watuagung menjadi jalur utama warga untuk aktivitas sehari-hari. Selain itu, ruas tersebut juga menjadi akses penghubung perbatasan Kabupaten Banyumas dan Banjarnegara.

Terpisah, Kepala Bidang Jalan dan Drainase Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Banyumas, Rusli Kurnia, mengakui keterbatasan anggaran menjadi kendala utama penanganan lanjutan di lokasi tersebut.

“Alokasi anggaran penanganan terdampak bencana tanah longsor di STA 11+050 tidak mencukupi untuk pengaspalan. Tahun ini belum ada anggaran juga untuk pengaspalan,” tandas Rusli. ***

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: