Banner v.2

Ajibarang-Brebes Masih Macet

Ajibarang-Brebes Masih Macet

Arus lalu lintas Ajibarang-Brebes masih tersendat. Bahkan pada arus balik libur panjang, kendaraan terurai sampai dinihari. Petugas kepolisian terus mengatur arus lalu lintas karena banyak pengemudi yang menyerobot antrian. ajibarang-brebes-masih-macet Seperti yang terlihat di jalur Pekuncen, truk pelat luar Jawa menyerobot antrian. Namun polisi langsung mengambil tindakan dengan menepikan truk tersebut. Kapolsek Pekuncen AKP Sutarno mengatakan, arus kendaraan dari arah Ajibarang tersendat akibat adanya perbaikan jalan di Cikawung, ditambah lagi kondisi jalan rusak sepanjang jalan Pekuncen menuju Brebes. Dari antrian kendaraan tersebut ternyata banyak sopir yang menyerobot antrian sehingga menambah kesemrawutan lalu lintas. "Banyak sopir yang menyerobot antrian. Hal itu menambah arus kendaraan yang tersendat bertambah parah. Petugas langsung menepikan kendaraan yang menyerobot dan diperbolehkan jalan setelah arus kembali jalan,"jelas Kapolsek. Lebih lanjut Kapolsek mengatakan, pada Senin (12/12) malam atau arus balik libur panjang arus Pekuncen tersendat sampai Selasa (13/12) dinihari. Penyebab tersendatnya arus adalah jalan rusak dan padatnya kendaraan yang masuk ke jalur Pekuncen. Terlebih kendaraan dari arah Brebes juga padat. Dia menambahkan, arus balik kemarin kondisinya mirip pada kondisi lalu lintas pada arus balik lebaran. "Jadi, kebanyakan kendaraan berat seperti truk gandeng dan tronton menghindari lubang jalan sehingga memilih berhenti untuk bergantian dengan kendaraan dari arah berlawanan. Karena jika dipaksakan melintas, truk bisa terguling dengan kondisi lubang jalan yang dalam," katanya. Sementara itu, sejumlah warga di sepanjang jalan menuju jalur alternatif juga sibuk mengatur lalu lintas. Bahkan ikut mengarahkan kendaraan supaya tidak terjebak macet. Hal itu terlihat di pertigaan Banjaranyar, pertigaan Karang Klesem, pertigaan Jatisari Pekuncen. Salah satu warga, Riwan mengatakan, sejak jalur Pekuncen rusak, banyak pengendara motor dan mobil memilih melintas di jalur alternatif. Namun sebagian besar merupakan masyarakat luar kota yang kemudian warga menjadi petunjuk arah bagi pengemudi yang tidak mengetahui arah jalan. (gus/bdg)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: