6. Mengurangi Risiko Insomnia
Olahraga di bulan puasa juga dapat membantu mengurangi risiko insomnia atau gangguan tidur lainnya. Aktivitas fisik yang teratur dapat membantu mengurangi tingkat stres dan kecemasan, yang seringkali merupakan penyebab utama dari gangguan tidur seperti insomnia.
Selain itu, olahraga juga membantu mengatur ritme sirkadian tubuh, yang dapat membantu meningkatkan kualitas tidur.
Dengan berolahraga secara teratur selama bulan puasa, seseorang dapat memperkuat rutinitas tidur yang sehat dan mengurangi risiko mengalami gangguan tidur, sehingga menjaga kesehatan mental dan fisiknya selama periode ibadah yang intens ini.
BACA JUGA:Inilah 5 Tanda-tanda Mental yang Sehat
BACA JUGA:Apa Itu Anxiety Disorder? Penyakit Mental yang Berbahaya
7. Meningkatkan Rasa Percaya Diri
Olahraga di bulan puasa juga dapat meningkatkan rasa percaya diri seseorang.
Melalui olahraga, seseorang dapat merasa lebih bugar secara fisik dan memiliki perasaan yang lebih positif terhadap tubuhnya.
Selain itu, meraih tujuan-tujuan olahraga yang ditetapkan dapat memberikan perasaan pencapaian dan kebanggaan, yang secara langsung berkontribusi pada peningkatan rasa percaya diri.
Dengan merasa lebih bugar, kuat, dan bersemangat melalui aktivitas fisik.
Seseorang dapat membawa perasaan ini ke dalam aspek-aspek lain dalam hidupnya, termasuk menjalankan ibadah puasa dengan keyakinan dan kepercayaan diri yang lebih besar.
8. Menumbuhkan Ketahanan Terhadap Stres
Olahraga di bulan puasa juga membantu menumbuhkan ketahanan terhadap stres.
Aktivitas fisik secara teratur dapat membantu tubuh mengatasi stres dengan lebih baik dengan merangsang pelepasan hormon endorfin, yang dapat meredakan stres dan meningkatkan perasaan bahagia.
Selain itu, melalui olahraga, seseorang dapat belajar mengelola stres dengan lebih efektif, karena olahraga sendiri merupakan bentuk penyaluran energi dan pemecahan dari rutinitas sehari-hari yang menegangkan.