Mengenal Tanda Shockbreaker MotorSudah Rusak

Selasa 06-02-2024,12:29 WIB
Reporter : Ikhwan Adriansyah
Editor : Bayu Indra Kusuma

BACA JUGA:Mengenali Perbedaan antara Ban Tubeless dan Ban Biasa pada Motor

BACA JUGA:Penyebab Daya Aki Sepeda Motor Menurun

Ban yang cenderung oleng saat berkendara adalah tanda yang perlu diwaspadai. Shockbreaker yang sudah mengalami penurunan kinerja tidak mampu menjaga stabilitas sepeda motor dengan baik, sehingga ban dapat kehilangan traksi dan menjadi sulit dikendalikan, terutama pada kecepatan atau saat melewati tikungan.

Lakukan pemeriksaan menyeluruh pada sistem suspensi, termasuk shockbreaker, untuk mencari tahu penyebab ban terasa oleng. Kondisi shockbreaker yang tidak optimal dapat memengaruhi keseimbangan keseluruhan.

Pastikan kondisi ban dalam keadaan baik dan tekanan udara sesuai dengan rekomendasi produsen. Ban yang aus atau kurang tekanan udara dapat memperburuk masalah dan menyebabkan oleng.

Selama perjalanan, uji stabilitas sepeda motor saat melewati tikungan. Jika Anda merasa sulit mengendalikan atau ban cenderung oleng, itu bisa menjadi indikasi adanya masalah pada shockbreaker.

Jika pemeriksaan menunjukkan bahwa shockbreaker tidak berfungsi dengan baik, pertimbangkan untuk melakukan penggantian. Shockbreaker yang baru akan membantu menjaga stabilitas sepeda motor dan mencegah risiko kecelakaan.

3. Suara Aneh pada Suspensi

Jika terdengar suara aneh seperti decit atau bletak yang mengganggu, kemungkinan besar kondisi suspensi sudah rusak. Suara decit sering kali merupakan indikasi gesekan pada bushing atau bushing shockbreaker yang kering atau tercemar. 

BACA JUGA:Tips Nyaman Mengendarai Sepeda Motor Saat Cuaca Panas

BACA JUGA:Inilah Jenis Oli Motor dan Fungsinya

Suara decit pada suspensi dapat mengindikasikan masalah pada bushing atau bushing shockbreaker. Pemeriksaan visual pada area ini dapat membantu mengidentifikasi apakah ada keausan atau kotoran yang mempengaruhi kinerja shockbreaker.

Suara bletak, terutama saat bottoming, bisa menjadi tanda bahwa volume oli berkurang atau performa pegas menurun. Pastikan untuk memeriksa tingkat oli suspensi dan melakukan evaluasi terhadap kondisi pegas untuk menentukan apakah perlu dilakukan perbaikan atau penggantian.

Periksa dengan cermat area sekitar bushing dan bushing shockbreaker. Bersihkan dan pastikan tidak ada keausan atau kotoran yang dapat menghambat gerakan suspensi. Lalu periksa tingkat oli pada suspensi dan pastikan sesuai dengan rekomendasi produsen. 

Lakukan perawatan preventif secara berkala, termasuk penggantian oli suspensi dan pemeriksaan keseluruhan sistem suspensi. Ini dapat membantu mencegah terjadinya suara aneh dan menjaga kinerja shockbreaker.

4. Kebocoran Oli Shockbreaker

Kategori :