
BACA JUGA:Cerita Mistis Waduk Sempor di Kabupaten Kebumen, Ada Penjaga Ular Raksasa Taksaka !
BACA JUGA:Ini Sejarah Kesenian Tari Ebeg atau Kuda Lumping Khas Banyumas
Biasanya Penari Akan Kerasukan Jiwa Lain
Seperti Tari Ebeg dan Tari Sintren yang penarinya dirasuki roh halus, Tari Cepetan pun demikian.
Bedanya, kalau Tari Ebeg dan Tari Sintren mungkin penarinya akan kesurupan dari awal pementasan. Tapi kalau Tari Cepetan ini tidak ada seperti itu.
Justru penarinya akan kesurupan di tengah-tengah berlangsungnya pementasan. Nggak hanya kesurupan, penari akan melakukan atraksi ekstrem seperti memakan bunga hingga pecahan kaca.
BACA JUGA:Langka, Tarian Sufi Iringi Acara Gereja Paroki Purbalingga
BACA JUGA:Memahami Kesenian Tradisional Jawa Tengah yang Memikat Melalui Tari Ebeg Banyumasan
Penarinya Relatif Banyak
Siapa sangka, ternyata Tari Cepetan pun membutuhkan banyak penari.
Sekali pementasan, penari yang dibutuhkan bisa 11 sampai 17 orang, loh. Nantinya mereka memakai 3 karakter topeng yang berbeda, di antaranya adalah manusia, hewan, hingga roh halus.
Tari Cepetan Dipentaskan Pada Acara Tertentu
Zaman dahulu, Tari Cepetan ini memang dipentaskan hanya pada acara-acara tertentu, seperti ritual leluhur atau acara adat lainnya dengan penarinya yang akan kerasukan jiwa lain.
Namun, sekarang Tari Cepetan nggak selalu dibawakan untuk acara tertentu saja dan penarinya pun nggak selalu kerasukan.
Tujuan Tari Cepetan nggak selalu dipentaskan untuk acara tertentu adalah supaya masyarkat lebih mengenal tari ini secara luas sebagai kesenian, khususnya masyarakat Kebumen.
Itu dia, guys, fakta seputar Tari Cepetan yang saat ini menjadi kesenian khas daerah Kebumen. Di daerahmu ada juga nggak tari topeng seperti Tari Cepetan ini? Jangan lupa untuk dilestarikan, ya, guys. Karena bagaimanapun juga, kesenian adalah budaya turunan yang wajib banget untuk kita lestarikan.