BANJARNEGARA - Gempa bumi yang meluluhlantakkan Kabupaten Pidie Jaya di Aceh dan menelan ratusan korban jiwa mengundang simpati berbagai pihak, termasuk di Banjarnegara. Kepedulian terhadap korban yang sedang dilanda bencana ditunjukkan dengan melakukan salat ghaib dan memberangkatkan relawan ke Aceh. Relawan dari Banjarnegara yang berangkat ke provinsi paling ujung barat Indonesia, yakni Relawan Indonesia (Relindo). Sedangkan sekolah yang melakukan salat ghaib untuk mendoakan jenazah korban gempa salah satunya MTs Negeri 2 Banjarnegara. Ketua Relindo Kabupaten Banjarnegara, Sudibyo mengatakan, relawan asal Banjarnegara akan bergabung dengan Relindo dari daerah lain. "Nanti kami akan berangkat pukul 15:30 WIB bersama relawan dari Jogja menuju Aceh. Kami akan segera menghubungi pengurus Relindo yang sudah terlebih dulu berada di Aceh," kata dia. Setelah itu, kemudian akan berkoordinasi dengan Pemkab, BPBD dan PMI setempat. Koordinasi ini sangat penting agar penanganan korban tepat sasaran sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh korban yang selamat. "Kami juga akan menemui keluarga asal Banjarnegara yang berada di Pidie. Kami juga mendapat titipan dari keluarga di sini untuk membawa logistik bagi keluarganya yang di Aceh," kata dia. Menurut Sudibyo, di Aceh, Relindo akan berkoordinasi dengan PMI setempat untuk memberikan bantuan tenaga medis. "Infonya tenaga medis masih sangat dibutuhkan di sana. Apalagi rumah sakit di sana informasinya tidak bisa digunakan karena rusak parah," ujarnya. Kepala MTs Negeri 2 Banjarnegara, Ridlo Pramono mengatakan, salat ghaib diikuti oleh 935 siswa dan 56 guru. "Tujuan kami melaksanakan salat ghaib yaitu untuk mendoakan jenazah korban gempa bumi di Kabupaten Pidie dan agar jenazah yang belum ditemukan segera ditemukan," kata dia usai salat ghaib, Kamis (8/12) pagi. Ridho mengatakan, salat ghaib ini selain dilakukan untuk mendoakan korban gempa bumi di Aceh, juga untuk mengajarkan tata cara melakukan salat ghaib kepada para siswa. Salat ghaib sendiri hampir sama dengan salat jenazah. Bedanya, dalam salat jenazah mayat yang disalati berada di depan orang yang menyalati. Sedangkan dalam salat ghaib, jenazah yang disalati tidak berada di hadapan orang yang salat. (drn/din)
Relawan Asal Banjarnegara Berangkat ke Aceh
Jumat 09-12-2016,18:32 WIB
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 29-09-2026,20:03 WIB
Dekan FST UHB Bahas Privasi, Keamanan Siber, dan Etika Riset Kesehatan Berbasis AI
Selasa 29-09-2026,16:48 WIB
1.200 Mahasiswa Baru UHB Dikukuhkan, Beasiswa Kampus Menjangkau 441 Mahasiswa Banyumas
Selasa 29-09-2026,17:15 WIB
18 Siswa di Purwareja Klampok Mual Usai Santap MBG, 1.038 Porsi Dihentikan
Selasa 29-09-2026,16:58 WIB
Merawat 30 Juz, Menyapa Podium
Selasa 29-09-2026,17:00 WIB
Dorong Politisi Perempuan Terpilih Lagi di 2029, Sumanto: Persiapkan Diri, Kompetisi ke Depan Lebih Rumit
Terkini
Rabu 30-09-2026,16:21 WIB
Kekeringan Banyumas Meluas, 77 Desa Terdampak, 65.375 Jiwa Masih Butuh Air Bersih
Rabu 30-09-2026,16:13 WIB
34 Atlet NPCI Banyumas Siap Peparprov Jateng 2026, Anggaran Kontingen Belum Pasti
Rabu 30-09-2026,15:55 WIB
10 Desa Lumbir Rampungkan Musrenbangdes 2027, Jalan Dan Jembatan Jadi Prioritas
Rabu 30-09-2026,15:44 WIB
Parkir Gratis 159 Ritel Modern Banyumas Mulai Besok, Layanan Berlaku Di 222 Titik Mulai Kamis
Rabu 30-09-2026,15:40 WIB