Telur dan Minyak Murah Diserbu, Intervensi Harga di Sumpiuh Banyumas

Kamis 16-04-2026,14:33 WIB
Reporter : Fijri Rahmawati
Editor : Ali Ibrahim

BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID – Stand telur ayam dan minyak goreng merek Minyakita kemasan dua liter diserbu warga dalam Gerakan Pangan Murah di halaman Pendopo Surya Kusuma Yuda, Kecamatan Sumpiuh, Kamis (16/4). Meski antrean mengular, warga tetap tertib menunggu giliran membeli.

Lonjakan pembeli menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan dengan harga terjangkau. Kondisi ini sekaligus mencerminkan tekanan harga yang masih dirasakan warga di tingkat pasar.

Warga Purwati menuturkan dirinya tidak kebagian telur ayam saat mengantre di lokasi. Ia tetap bertahan setelah mendapat informasi pasokan tambahan sedang dalam perjalanan menuju Gerakan Pangan Murah.

"Kalau tidak punya stok telur ayam ada yang kurang, karena paling mudah dimasak untuk lauk anak. Di sini harganya lebih murah dari pasaran, satu kilogram Rp 26 ribu," papar Purwati di lokasi.

BACA JUGA:Diserbu Karyawati Pabrik, Telur 100 Kg dan Bawang Putih 40 Kg Ludes di GPM Kandanggampang

Ketua Kelompok Tani Sri Utami Kuntili, Kartijan mengaku tidak menyangka standnya bakal diserbu warga untuk membeli telur ayam. Dalam waktu relatif singkat, telur sebanyak satu kuintal ludes terbeli oleh masyarakat.

Tingginya permintaan membuat penyelenggara memutuskan menambah pasokan agar warga yang belum kebagian tidak kecewa. Keputusan tersebut diambil setelah melihat antrean yang masih panjang di sekitar lokasi.

"Warga yang membeli telur ayam di luar prediksi, kami sampai kewalahan," ujar Kartijan di sela aktivitas koordinasi dengan anggotanya.

Staf Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah Masy ArilHaram menjelaskan Gerakan Pangan Murah dilatarbelakangi dari rilis sistem ketahanan pangan dan gizi pada 9 Maret lalu. Hasilnya, wilayah Banyumas masuk dalam kondisi waspada sehingga perlu intervensi.

BACA JUGA:Dampak Kenaikan Harga Plastik, Harga Minyak dan Kedelai Ikut Terkerek

Oleh karena itu, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas menggandeng sebelas mitra. Intervensi dilakukan melalui Gerakan Pangan Murah guna meningkatkan keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat.

"Dari rilis sistem ketahanan pangan dan gizi di Banyumas kondisi waspada. Kemudian ditelusuri lebih lanjut dan posisinya di Sumpiuh," jelas Aril.

Selain telur ayam dan minyak goreng, Gerakan Pangan Murah ini juga menyediakan beragam kebutuhan pokok lainnya. Di antaranya beras, gula pasir, terigu, sayuran, bumbu dapur, serta berbagai produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Melihat tingginya antusiasme pembeli, Aril berharap kegiatan ini mampu membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau. Upaya ini diharapkan menjadi langkah konkret menjaga stabilitas pangan di wilayah yang masuk kategori waspada. ***

Kategori :