KEBUMEN - Tak sekadar bagi-bagi takjil, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kebumen meluncurkan program baru yaitu Gerai Iftar pada Ramadan tahun ini. Sebanyak 30 mustahik di Desa Logede, Kecamatan Pejagoan, digelontor modal usaha Rp300 ribu per orang untuk membuka lapak jajanan berbuka puasa di halaman Masjid Al-Ikhsan.
Tak hanya uang tunai, BAZNAS juga menyiapkan perlengkapan usaha seperti meja, tenda, dan sarana pendukung lainnya. Gerai tersebut akan buka setiap sore selama bulan Ramadan.
Pelaksana Bidang Pendistribusian BAZNAS Kebumen, Puput Ariansyih, mengatakan program ini menjadi inovasi terbaru dalam penyaluran zakat tahun 2026. Kamis (12/2/2026)
“Gerai Iftar ini program terbaru kami tahun ini. Konsepnya bukan sekadar bantuan konsumtif, tapi pemberdayaan. Mustahik kami dorong agar punya aktivitas usaha selama Ramadan,” ujarnya.
BACA JUGA:Bingkisan Lebaran, Pemkab Kebumen Dorong ASN Beli Produk UMKM
Menurutnya, Ramadan menjadi momentum strategis untuk menggerakkan ekonomi kecil. Dengan adanya gerai tersebut, penerima bantuan diharapkan mendapat tambahan penghasilan sekaligus pengalaman berusaha.
Program ini berbeda dari kegiatan rutin pembagian takjil gratis yang tetap dijalankan setiap tahun. Selain itu, BAZNAS juga masih menggelar kampanye ajakan berzakat melalui baligo di sejumlah titik strategis.
Sementara itu, program Gerai Iftar diproyeksikan menjadi percontohan pemberdayaan zakat berbasis desa. Jika berjalan efektif, skema serupa tidak menutup kemungkinan diterapkan di wilayah lain.
Dengan konsep tersebut, zakat tidak hanya habis dalam sehari, tetapi diputar menjadi aktivitas ekonomi yang memberi dampak langsung bagi mustahik. (sel)