Baru 20 Persen Sapi di Gombong Tervaksin PMK, Puskeswan Percepat Vaksinasi

Jumat 06-02-2026,13:11 WIB
Reporter : Selamet Sodikin
Editor : Puput Nursetyo

KEBUMEN - Cakupan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak sapi di wilayah kerja Puskeswan Gombong masih tergolong rendah. Hingga awal Februari 2026, baru sekitar 20 persen dari total populasi sapi yang telah menerima vaksin PMK. Walaupun di wilayah tersebut masih aman belum ada yang terjangkit akan tetapi pencegahan dengan vaksinasi terus ditekankan.

Koordinator Puskeswan Gombong, drh Rizqi Rahma N, mengatakan rendahnya capaian tersebut lantaran program vaksinasi baru berjalan sekitar dua pekan terakhir. Selain itu, luasnya wilayah pelayanan yang mencakup empat kecamatan, yakni Sempor, Gombong, Kuwarasan, dan Puring, turut menjadi kendala.

“Total sapi binaan kami sekitar 10 ribu ekor. Sampai saat ini yang sudah tervaksin baru kurang lebih 20 persen. Kami terus melakukan percepatan, terutama di Kecamatan Puring karena menjadi sentra peternakan sapi, hampir 90 persen peternak ada di sana,” ujarnya, Jumat (6/2).

Ia menjelaskan, vaksinasi PMK menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran virus yang sangat cepat, bahkan bisa menular melalui udara. Jika ditemukan kasus, Puskeswan akan langsung melakukan penanganan mulai dari observasi, pemeriksaan, hingga vaksinasi massal pada radius tiga kilometer dari lokasi ternak terpapar.

BACA JUGA:Pengrajin Genteng Kebumen Sambut Program Gentengisasi Prabowo

BACA JUGA:Stok Darah AB di Kebumen Kosong, Permintaan Meningkat

“PMK ini dampaknya besar secara ekonomi. Karena itu kami juga rutin memberikan edukasi biosekuriti kandang serta pemantauan kesehatan ternak,” tambahnya.

Meski demikian, masih ditemukan warga yang kurang paham terhadap vaksin PMK. Untuk itu, Puskeswan terus melakukan pendekatan dan sosialisasi agar kesadaran peternak meningkat.

Sementara itu, kekhawatiran juga dirasakan pedagang sapi di sekitar Stasiun Gombong. Salah seorang pedagang sapi, Suyanto, mengaku vaksinasi PMK sangat penting dan berpengaruh terhadap aktivitas jual beli ternak.

“Kalau ada isu yang terkena PMK, pembeli biasanya langsung was-was. Harga bisa turun, padahal sapi kita sehat. Kami berharap vaksinasi bisa dipercepat supaya perdagangan sapi tetap aman,” katanya.

BACA JUGA:Pemanfaatan Limbah MBG di Kecamatan Alian Kebumen Dorong Usaha Budidaya Lele

Menurut Suyanto, kepastian kesehatan ternak menjadi faktor utama kepercayaan pembeli. Ia mendukung langkah vaksinasi PMK selama dilakukan secara merata dan berkelanjutan.

Ke depan, Puskeswan Gombong menargetkan peningkatan cakupan vaksinasi PMK secara bertahap dengan dukungan pemerintah daerah serta partisipasi aktif peternak. Upaya tersebut diharapkan mampu melindungi populasi sapi dan menjaga stabilitas sektor peternakan di Kabupaten Kebumen. (Sel)

Kategori :