UT Purwokerto Gandeng Masyarakat Gelar Senam dan Edukasi Kesehatan
Edukasi kesehatan di UT Purwokerto.-UT Purwokerto untuk Radarmas-
PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID - Universitas Terbuka (UT) Purwokerto menggelar kegiatan senam rutin setiap minggu pada hari Jumat pagi di pelataran kampus UT Purwokerto, Jl. Kampus No.54, Grendeng, Kec. Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Senam diikuti oleh masyarakat sekitar dan mahasiswa UT Purwokerto. Pada 6 Februari 2026 kegiatan dilanjutkan dengan rangkaian Edukasi Kesehatan, dengan tema “Senam Sehat Biar Nggak Burnout”.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan kampus UT Purwokerto itu dibuka secara resmi oleh Direktur UT Purwokerto, Dr. Prasetyarti Utami, S.Si, M.Si. Dalam sambutannya, Direktur UT Purwokerto menegaskan bahwa kegiatan senam rutin merupakan salah satu bentuk perhatian institusi kepada masyarakat, disampaikan pula bahwa fasilitas kesehatan menjadi bagian penunjang dalam indikator akreditasi.
Kesehatan yang dapat dimanfaatkan dan menjangkau seluruh stakeholder. UT Purwokerto terus berusaha memberikan fasilitas terbaik bukan hanya untuk civitas akademik namun juga diberikan kepada masyarakat luas.
BACA JUGA:UT Purwokerto dan Momentum Pendidikan Digital: Dari Lokal ke Penghargaan Nasional
Seluruh peserta terlihat antusias mengikuti edukasi, bersama sama melaksanakan Gerakan jingle UT dengan gerakan ringan dan dinamis.
Suasana yang kondusif dan ceria, menciptakan energi positif bagi para peserta sejenak sebelum kembali menjalani aktivitas.
Narasumber Edukasi Kesehatan, M. Fairuz menekankan jika aktivitas kerja yang padat berpotensi menimbulkan kelelahan fisik maupun psikis ketika tidak diimbangi dengan pola hidup sehat.
Senam rutin yang dilaksanakan UT Ppurwokerto setiap hari Jumat diharapkan dapat menjadi sarana menjaga kebugaran sekaligus meningkatkan semangat kerja, belajar, bersosialisasi antar karyawan, mahasiswa dan masyarakat.
M. Fairuz memberikan materi sekaligus menyoroti fenomena kurangnya olahraga, sehingga pentingnya olahraga ringan dan teratur sebagai upaya pencegahan burnout di lingkungan. Jenis-jenis olahraga praktis yang dapat dilaksanakan dalam rentang waktu 15 menit antara lain cardio seperti aerobik, lari, sepeda dan renang; latihan strength antara lain angkat beban dan push-up; fleksibilitas seperti yoga dan stretching; olahraga koordinasi seperti basket, sepak bola dan sebagainya.
UT Purwokerto memberikan perhatian khusus karena burnout tidak hanya berdampak pada kesehatan mental, tetapi juga berpengaruh terhadap kondisi fisik dan produktivitas.
Kebiasaan berolahraga, manajemen stres, istirahat cukup, serta pola hidup seimbang, dapat meminimalisir risiko burnout.
“Senam rutin merupakan langkah sederhana namun efektif untuk menjaga kesehatan tubuh sekaligus mengelola stres akibat tekanan pekerjaan,” ujar salah satu peserta senam.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

