KEBUMEN - Hingga 4 November 2025 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mencatat terdapat 2.900 kejadian bencana yang melanda Indonesia. Setiap harinya rata-rata 15 hingga 20 bencana terjadi.
Kepala BNPB Suharyanto, mengungkapkan data tersebut saat meresmikan Jembatan Weton Kulon, Kecamatan Puring, Senin (4/11).
Adapun bencana yang terjadi yakni mulai dari banjir, tanah longsor, angin kencang hingga kebakaran hutan dan lahan.
"Per hari ini, 4 November 2025, BNPB mencatat sudah ada 2.900 bencana di seluruh Indonesia. Kalau dirata-ratakan hampir 15 sampai 20 kali bencana per hari,” ujarnya.
Suharyanto menyebut, dari total 514 kabupaten dan kota, lebih dari 150 wilayah, termasuk Kebumen, dikategorikan memiliki risiko bencana yang tinggi. Sedangkan sisa wilayah lainnya masuk dalam kategori risiko sedang. Ia menegaskan tidak satu pun daerah di Indonesia yang benar-benar aman dari ancaman bencana.
"Ada 514 kabupaten dan kota, tidak ada yang risikonya rendah. Lebih dari 150 wilayah, termasuk Kebumen, beresiko tinggi” ungkapnya.
Dalam dua pekan terakhir, sejumlah wilayah di Jawa Tengah seperti Semarang, Grobogan, Pati, dan Demak dilanda banjir. Meski kondisi kini berangsur normal, Suharyanto menekankan operasi penanganan darurat menjadi kunci. Ia juga menyoroti peristiwa banjir bandang di Papua yang menelan korban jiwa.
Kepala BNPB menjelaskan penanganan bencana memiliki tahapan yang panjang, tidak berhenti pada tanggap darurat. Fase rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana justru membutuhkan komitmen dan usaha lebih besar.
Tahap ini meliputi perbaikan infrastruktur, rumah warga, dan sarana publik yang rusak. Sebagai bentuk konkret dukungan pemerintah pusat, Suharyanto meresmikan Jembatan Weton Kulon, Kebumen, bersama Bupati Kebumen Lilis Nuryani.
Ia membuka kesempatan bagi pemerintah daerah untuk mengajukan usulan perbaikan infrastruktur lainnya yang rusak akibat bencana.
"Silakan segera diajukan. Nanti bisa ditangani melalui program hibah rehabilitasi dan rekonstruksi dari BNPB. Ini bukti kehadiran negara untuk masyarakat," ucapnya. (mam)
BNPB Sebut, Kebumen Resiko Tinggi Bencana
Rabu 05-11-2025,14:06 WIB
Editor : Puput Nursetyo
Kategori :