Banner v.2

Hujan Deras Picu Bencana Ganda, Banjarnegara Siaga Longsor dan Banjir

Hujan Deras Picu Bencana Ganda, Banjarnegara Siaga Longsor dan Banjir

Longsor yang terjadi di Kecamatan Pejawaran akibat hujan deras dan banjir.-Pujud Andriastanto/Radar Banyumas-

BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Cuaca ekstrem yang melanda wilayah atas Kabupaten Banjarnegara, Rabu (14/1), menimbulkan dua bencana di wilayah berbeda. Hujan deras berjam-jam memicu tanah longsor di Kecamatan Pejawaran, dan banjir akibat luapan sungai di Kecamatan Wanayasa. Ratusan warga terdampak dan puluhan keluarga terpaksa mengungsi.

Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara, Aji Piluroso mengatakan, longsor terjadi sekira pukul 19.00 di Dusun Melikan, Desa Giritirta. Tebing di sekitar permukiman runtuh setelah hujan dengan intensitas tinggi turun sejak sore hari.

"Total ada 48 kepala keluarga atau 165 jiwa yang harus mengungsi. Mereka sementara menumpang di rumah saudara terdekat," kata Aji, Kamis (15/1).

Material longsor menghantam permukiman warga dan menyebabkan tiga rumah rusak berat milik Miarjo, Tanto, dan Prayit. Dua rumah lainnya, milik Hairudin dan Toharjo, mengalami kerusakan ringan. Longsor juga menimbun satu sepeda motor dan merusak jalan usaha tani yang biasa digunakan warga.

BACA JUGA:21 Kecamatan di Banyumas Rawan Longsor, 22 Kecamatan Berpotensi Banjir

Dalam peristiwa tersebut, seorang anak berusia 10 tahun, Vida, mengalami luka ringan dan trauma akibat tertimpa material longsor. Korban sudah mendapatkan penanganan awal.

Bencana tidak berhenti di Pejawaran. Di Kecamatan Wanayasa, hujan deras membuat Sungai Sak-sak meluap dan menggenangi permukiman warga di Desa Wanayasa. Air sempat mencapai ketinggian selutut orang dewasa dan merendam sembilan rumah warga.

"Puluhan warga terdampak, di antaranya balita dan lansia. Sebagian mengungsi ke rumah kerabat, ada juga yang bertahan di lantai dua rumah," ujar Aji.

Menurut laporan BPBD, hingga pukul 23.18 banjir mulai surut. Meski demikian, petugas masih melakukan pemantauan dan mengimbau warga tetap waspada, mengingat potensi hujan deras masih tinggi.

BACA JUGA:Intensitas Hujan Tinggi, Banjir dan Longsor Terjadi di Empat Titik Banyumas

Sejak malam kejadian, BPBD Banjarnegara bersama unsur terkait langsung melakukan asesmen, evakuasi, dan penyampaian imbauan keselamatan di lokasi terdampak. Penanganan melibatkan Wakil Bupati Banjarnegara, TNI-Polri, pemerintah kecamatan dan desa, relawan kebencanaan, serta organisasi kemanusiaan.

Saat ini, kebutuhan mendesak warga terdampak meliputi logistik permakanan, kasur dan selimut, perlengkapan tidur serta mandi. BPBD juga menilai perlu dilakukan kajian geologi untuk memastikan kondisi tanah di wilayah rawan longsor aman dihuni.

BPBD Banjarnegara mengimbau warga yang tinggal di daerah rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan. 

"Jika muncul tanda-tanda pergerakan tanah, retakan, atau debit sungai naik cepat, segera laporkan ke aparat setempat," pungkas Aji.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: