RADARBANYUMAS.CO.ID - Pada ajang Cincinnati Open 2025 hari ini, Aryna Sabalenka memastikan diri melaju ke babak ketiga setelah mengalahkan Marketa Vondrousova dengan skor 7-5, 6-1. Kemenangan ini menjadi comeback kompetitifnya setelah beristirahat usai Wimbledon dan menjadi bekal berharga jelang US Open.
Bertanding sebagai unggulan teratas, Sabalenka tampil tenang namun agresif, membuktikan kualitas mentalnya dengan berhasil menyelamatkan 12 break point dari lawan. Performa tersebut semakin menguatkan posisinya sebagai petenis nomor satu dunia yang mampu menjaga fokus di bawah tekanan.
Keputusan untuk melewatkan turnamen di Montreal demi langsung turun di Cincinnati merupakan langkah strategis Sabalenka demi menjaga kebugaran fisik dan mental. Ia menargetkan kondisi terbaik agar bisa mempertahankan gelar US Open yang akan digelar pada akhir Agustus mendatang.
Sabalenka sendiri menegaskan bahwa jeda pasca-Wimbledon memberinya ruang untuk mengatur ulang energi dan mempersiapkan diri secara menyeluruh. Baginya, fokus utama adalah tampil optimal pada turnamen-turnamen besar yang menjadi penentu reputasi di level tertinggi.
BACA JUGA:Pencarian Hari Keenam, Korban Hanyut Terakhir di Sungai Klawing Belum Ditemukan
BACA JUGA:Empat Ton Beras SPHP Ludes Diserbu Warga dalam Kegiatan Gerakan Pangan Murah
Dominasi Turnamen: Dari Miami hingga Madrid
Sebelum tampil di Cincinnati, Sabalenka mencatatkan prestasi impresif di musim 2025. Ia menjuarai Miami Open dengan mengalahkan Jessica Pegula 7-5, 6-2, tanpa kehilangan satu set pun selama turnamen, sekaligus meraih gelar WTA 1000 kedelapannya.
Tidak hanya itu, di Madrid Open 2025, ia sukses mengalahkan Coco Gauff di final dengan skor 6-3, 7-6 (7-3) dan mengoleksi gelar WTA ke-20 dalam kariernya.
Tantangan di Grand Slam
Meski mendominasi sejumlah turnamen, Sabalenka masih menghadapi tantangan di ajang Grand Slam. Di French Open 2025, ia harus puas menjadi runner-up setelah kalah dari Coco Gauff 6-7 (5-7), 6-2, 6-4, namun tetap mencatat prestasi final Grand Slam ketiga secara beruntun.
BACA JUGA:Grecol dan Karangsentul Jadi Opsi Penambahan RTH di Purbalingga
BACA JUGA:Cegah ASN Rentan Stres AKibat Banyak Tekanan, Pemkab Mulai Program Spiritual Journey
Sebelumnya, di Australian Open 2025, Sabalenka juga kalah di final dari Madison Keys 6-3, 2-6, 7-5, menandakan persaingan ketat di papan atas tenis dunia.
Rekam Jejak, Gaya Bermain, dan Inspirasi
Lahir di Minsk, Belarus pada 5 Mei 1998, Sabalenka memulai karier profesionalnya pada 2015 dan kini menjadi salah satu ikon tenis putri. Sejak September 2023, ia memegang posisi nomor satu dunia dengan catatan 20 gelar tunggal WTA.
Gaya bermainnya agresif, penuh tenaga, dan emosional, ciri khas yang ia sebut sebagai “semangat harimau”, yang juga diwujudkan dalam tato di lengannya sebagai simbol kekuatan dan keteguhan hati.
Selain prestasi, Sabalenka menginspirasi banyak orang lewat kisah perjuangannya menghadapi tekanan mental dan menjaga keseimbangan hidup di tengah jadwal padat. Sikap pantang menyerahnya membuatnya menjadi panutan bagi generasi petenis muda di seluruh dunia.