Suspect Campak Ditemukan di Dua Kecamatan, Dinkes Cilacap Lakukan Pemantauan
Pemeriksaan kesehatan pada anak di wilayah Kabupaten Cilacap.-JULIUS/RADARMAS-
CILACAP, RADARBANYUMAS.CO.ID - Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PP dan KB) Kabupaten Cilacap meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit campak.
Hal ini dilakukan setelah adanya temuan kasus terduga (suspect) baru di wilayah Cimanggu dan Sampang.
Kepala Dinkes PP dan KB Kabupaten Cilacap, Hasanuddin mengatakan, sebelumnya terdapat delapan kasus campak di Cilacap. Seluruh pasien tersebut kini telah dinyatakan sembuh.
"Delapan pasien campak yang sebelumnya tersebar di Kecamatan Binangun, Cilacap Tengah, Wanareja, dan Dayeuhluhur masing-masing dua kasus, saat ini sudah sembuh," ujar Hasanuddin, Minggu (15/3/2026).
BACA JUGA:5.269 Kasus TBC Ditemukan di Cilacap, Dinkes Intensifkan Pemeriksaan Lanjutan
Meski demikian, Dinkes masih memantau dua pasien yang diduga mengalami gejala campak di Kecamatan Cimanggu dan Sampang.
Saat ini keduanya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan diagnosis.
"Kami masih menunggu hasil laboratorium untuk memastikan apakah dua pasien tersebut positif campak atau tidak," jelasnya.
Sebagai langkah pencegahan, Dinkes melakukan pemantauan serta edukasi kepada masyarakat.
BACA JUGA:Program CKG di Cilacap Jangkau 788 Ribu Warga, Dinkes Akan Terus Perluas Layanan
Pasien yang mengalami gejala diminta melakukan isolasi mandiri dan membatasi aktivitas di luar rumah, termasuk tidak bersekolah sementara waktu hingga benar-benar pulih.
"Kami juga mendorong pelaksanaan imunisasi bagi anak-anak. Saat ini vaksinasi telah dilakukan untuk anak usia 9 hingga 59 bulan di wilayah yang ditemukan kasus," tandasnya.
Dinkes juga tengah menyiapkan pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) atau vaksinasi bagi anak usia 9–59 bulan di seluruh Kabupaten Cilacap.
"Tapi untuk pelaksanaan program tersebut masih menunggu ketersediaan vaksin dari Kementerian Kesehatan, " tandasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
