Jadi meski mereka raksasa, mereka juga harus muter otak biar tetap relevan.
Kalau Yadea itu ibarat mobil keluarga yang fungsional, maka NIU itu kayak motor listrik buat anak kota yang gak mau tampil biasa aja.
Brand ini memang lebih menyasar pasar premium. Bahkan desainnya kadang ngingetin kita sama Vespa, tapi versi elektrik.
NIU lahir tahun 2014, dan gak butuh waktu lama buat listing di NASDAQ—sebuah bukti mereka gak cuma asal bikin.
BACA JUGA:Motor Listrik NIU Gova 03 yang Memiliki Desain Ramping, Dibanderol dengan Harga Terjangkau
BACA JUGA:Adu Spek Motor Listrik Niu MQi GT vs MQi GT Evo, Desain Sama tapi Performa Beda
Fokus mereka ada di segmen lithium-ion premium, dan hasilnya bisa dibilang cukup solid. Di Eropa, mereka punya market share yang oke banget, apalagi buat kendaraan perkotaan.
Yang bikin NIU beda adalah pendekatannya ke teknologi.
Mereka punya motor yang terkoneksi ke aplikasi, bisa tracking lokasi, ada fitur keamanan digital, dan performanya cukup tangguh buat harian di kota.
Tapi, semua itu datang dengan harga yang gak murah.
BACA JUGA:Bukan Cuma Gaya, Ini Alasan Vespa Primavera S Wajib Kamu Punya!
BACA JUGA:6 Keunggulan Motor Listrik Niu MQi GT Evo: Atur Kecepatan dalam Mode Berkendara dengan Bebas!
Salah satu model andalan 2025 mereka di Indonesia adalah NIU MQi GT Evo.
Spesifikasinya: baterai lithium dual pack 72V 26Ah, top speed 100 km/jam, jarak tempuh 130 km. Harganya? Di kisaran Rp44–47 juta, tergantung wilayah dan promo.
Sayangnya, secara bisnis mereka belum stabil sepenuhnya. Pendapatan mereka emang besar, tapi keuntungan bersih masih kecil atau bahkan minus.
Di China sendiri, mereka cuma punya sekitar 2% pangsa pasar. Jadi bisa dibilang, NIU itu seperti iPhone di dunia motor listrik—keren, pinter, mahal, tapi punya fans fanatik.