Artinya, gempa dirasakan banyak orang dalam rumah, jendela bisa bergetar, bahkan benda-benda ringan mungkin jatuh. Di daerah seperti Nagrak dan Garut, skala intensitas berada di angka III MMI.
BACA JUGA:Cara Penyelam Menyelamatkan Diri Saat Terjadi Gempa di Dasar Laut, Pahami Agar Selamat
BACA JUGA:Punya Potensi Bencana Tsunami, Belum Semua Shelter Bencana Tahan Gempa
Sedangkan daerah lainnya seperti Sukabumi, Cianjur, dan Cidadap merasakan dampak pada skala II-III MMI. Bahkan sampai ke Kota Bandung pun getarannya masih sempat terasa ringan.
Kalau kamu pengen tahu lebih rinci soal peta intensitas gempa atau update gempa terkini, bisa langsung cek situs resmi BMKG di sini.
Beberapa warga sempat membagikan cerita mereka. Seperti Aprianti, warga Sukabumi, yang bilang kalau gempa kali ini cukup bikin kaget.
“Kenceng banget pas baru mulai. Kita langsung keluar rumah, takut ada gempa susulan,” ujarnya.
BACA JUGA:Kepedulian DrW Skin Care Indonesia bersama ACT dari Gempa Maluku sampai Konflik Wamena
BACA JUGA:WNI Selamat dari Gempa M 7,3 Jepang
Hal yang sama juga dirasakan oleh Andri, warga Cibadak. Menurutnya, getarannya cukup bikin panik meski nggak berlangsung lama.
Kejadian seperti ini mengingatkan kita, bahwa meskipun tanpa kerusakan besar, gempa tetap punya dampak psikologis bagi masyarakat.
Rasa panik, ketakutan, dan kekhawatiran akan gempa susulan adalah hal yang wajar muncul.
Menariknya, tak lama setelah gempa M 5,3 di Samudera Hindia, BMKG juga mencatat adanya gempa lain dengan magnitudo 5,6.
BACA JUGA:23 Ruspin Sudah Terpasang di Karangsari Cilacap, Efisien Untuk Tanah Rawan Gempa
BACA JUGA:Bantu Pemulihan Pasca Gempa Cianjur, BRI Peduli Terus Layani Masyarakat Terdampak
Lokasinya tak terlalu jauh, yakni sekitar 174 kilometer tenggara Kabupaten Sukabumi, dan juga berada di laut. Kedalamannya hanya sekitar 10 kilometer, dan sama-sama tidak memicu tsunami.