Gempa 5,6 M Guncang Sukabumi, Ini Penjelasan BMKG
Penjelasan BMKG Mengenai Gempa 5,6 M Guncang Sukabumi-Pinterest -
RADARBANYUMAS.CO.ID - Selasa sore, 22 April 2025, sekitar pukul 17.14 WIB, beberapa daerah di Jawa Barat sempat dibuat panik.
Getaran yang cukup terasa bikin orang-orang keluar rumah dengan ekspresi cemas.
Bukan tanpa alasan—gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,3 baru saja mengguncang wilayah Samudera Hindia, tepatnya di selatan Pelabuhan Ratu.
Meski tidak memicu tsunami, gempa ini tetap meninggalkan rasa waswas, apalagi buat warga yang tinggal di kawasan pesisir.
BACA JUGA:Gempa Bogor 10 April 2025: Magnitudo, Lokasi, dan Dampak Terbaru
BACA JUGA:Cilacap Sering Diguncang Gempa, Mitigasi Bencana Perlu Ditingkatkan
Menurut data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di laut, sekitar 143 kilometer arah selatan Kota Pelabuhan Ratu, dengan kedalaman 36 kilometer.
Jenis gempa ini tergolong dangkal, dan menurut penjelasan BMKG, penyebabnya adalah aktivitas sesar geser atau yang dikenal dengan istilah strike-slip fault.
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki pergerakan geser, tipe yang cukup umum di zona selatan Jawa Barat,” jelas Daryono, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG.
Strike-slip sendiri adalah mekanisme gempa di mana dua lempeng saling bergeser secara horizontal.
BACA JUGA:Tanggap Bencana, Ratusan Warga Karangkandri Ikuti Simulasi Bencana Gempa Bumi dan Tsunami
BACA JUGA:11 Langkah Penting yang Harus Dilakukan Ketika Terjadi Gempa
Beda dengan gempa naik-turun (thrust), jenis ini biasanya memang tak menyebabkan tsunami, tapi tetap bisa terasa cukup kuat kalau terjadi dekat permukaan.
Meskipun pusat gempa berada di laut, efeknya cukup meluas. Beberapa daerah di selatan Jawa Barat seperti Tegalbuleud, Sukabumi, Garut, hingga Bandung, dilaporkan ikut merasakan getaran.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
