BACA JUGA:Berikut Titik Episenter Gempa Dangkal di Jawa
BACA JUGA:Jangan Panik, Potensi Gempa Megathrust dengan Tsunami Setingggi 20 Meter Hanya Skenario Terburuk
Selain itu, teknologi juga digunakan untuk mempercepat sistem peringatan dini tsunami. Dalam waktu singkat setelah gempa terjadi, masyarakat sudah bisa tahu apakah gempa berpotensi tsunami atau tidak.
Informasi gempa yang real time sangat membantu warga di daerah rawan. Dengan demikian, mereka bisa mengambil tindakan yang tepat dalam waktu singkat.
Serangkaian gempa yang terjadi antara 31 Maret hingga 8 April 2025 menunjukkan bahwa Indonesia masih sangat aktif secara tektonik. Wilayah Aceh menjadi sorotan utama karena mengalami guncangan terbesar.
Meskipun tidak menyebabkan tsunami, gempa ini tetap menjadi pengingat pentingnya kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana. Edukasi, kesiapan mental, dan kecepatan akses informasi menjadi kunci utama.
BMKG bersama pemerintah daerah terus meningkatkan upaya mitigasi dan penyebaran informasi bencana. Dengan sinergi antara masyarakat dan pemerintah, dampak gempa bisa ditekan seminimal mungkin.