BMKG mencatat bahwa kedalaman pusat gempa bervariasi, dari yang dangkal hingga yang cukup dalam. Beberapa gempa terjadi di laut, sementara lainnya berpusat di daratan.
BACA JUGA:Bantu Pemulihan Pasca Gempa Cianjur, BRI Peduli Terus Layani Masyarakat Terdampak
BACA JUGA:Kolaborasi Srikandi BRI dan BUMN, Bahu Membahu Percepat Pemulihan Korban Gempa Cianjur
Setiap gempa yang terjadi dipantau secara intens oleh BMKG. Lembaga ini terus memperbarui informasi secara berkala untuk mengedukasi dan memberi peringatan dini kepada masyarakat.
Gempa bermagnitudo 6,2 yang mengguncang Laut Sinabang terjadi pada Selasa, 8 April 2025, pukul 02.48 WIB. Lokasi pusat gempa berada pada koordinat 2,82 derajat LU dan 94,67 derajat BT.
Kedalamannya hanya 10 kilometer, yang mengindikasikan gempa tersebut cukup dangkal. Episentrumnya berada di laut, sekitar 192 kilometer dari barat laut Sinabang.
BMKG menyebutkan gempa ini tidak memiliki potensi tsunami. Kendati begitu, daerah sekitarnya merasakan getaran dengan intensitas berbeda-beda.
Kabupaten Karo dan Aceh Barat Daya termasuk wilayah yang merasakan getaran skala II hingga III MMI. Sementara itu, Aceh Selatan, Subulussalam, Singkil, dan Nias Utara merasakan gempa dengan intensitas skala III MMI.
BACA JUGA:Terkini, Korban Gempa Cianjur Meninggal Dunia 268 Orang, Ternyata Ada Juga 151 Orang yang Hilang
BACA JUGA:Tanggap Bencana Gempa Pasaman Barat, BRI Bangun “Posko BRI Peduli” Bantu Warga Terdampak
BACA JUGA:Jabar Buat SOP Krisis: Penanganan Bencana Lebih Cepat, Informasi Tepat, Warga Terhindar Hoax
Di Kabupaten Simeulue, getaran terasa lebih kuat yakni mencapai intensitas III hingga IV MMI. Ini berarti, benda-benda tergantung seperti lampu bisa bergoyang dan beberapa orang mungkin terbangun dari tidurnya.
Indonesia berada di jalur cincin api Pasifik, sehingga gempa merupakan fenomena yang sering terjadi. Untuk itu, penting bagi masyarakat untuk memahami langkah-langkah mitigasi yang tepat.
BMKG terus menyuarakan pentingnya kesadaran bencana, terutama di daerah-daerah rawan gempa. Sosialisasi dan simulasi bencana di sekolah dan perkantoran menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko.
Masyarakat juga diminta untuk tidak langsung panik saat gempa terjadi. Sebisa mungkin cari tempat perlindungan yang aman seperti di bawah meja kuat atau menjauh dari jendela kaca.
Perkembangan teknologi memungkinkan BMKG menyampaikan informasi secara cepat dan akurat. Masyarakat dapat mengakses informasi gempa melalui aplikasi resmi BMKG maupun media sosial mereka.