Banner v.2

Bikin Resah, Perang Sarung antar Kelompok Pemuda Dibubarkan Warga di Bukateja

Bikin Resah, Perang Sarung antar Kelompok Pemuda Dibubarkan Warga di Bukateja

Polisi mengamankan sejumlah pemuda yang melakukan perang sarung di Bukateja.-POLSEK BUKATEJA UNTUK RADARMAS-

PURBALINGGA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Perang sarung yang membuat resah warga terjadi di Desa Kedungjati, Kecamatan Bukateja, Kabupaten PURBALINGGA, Selasa, 4 April 2023 malam. 

Perang sarung yang terjadi di Dukuh Kalimenur, Desa Kedungjati ini, sangat meresahkan warga. Sebab, pelaku perang sarung melakukan perang sarung hingga ke pemukiman warga.

Kapolsek Bukateja Iptu Rohmat Setyadi mengatakan, peristiwa perang sarung tersebut terjadi sekira pukul 23.00 WIB.

"Perang sarung terjadi ketika salah satu pemuda, yang berasal dari sekolah menengah kejuruan swasta di Klampok, Kabupaten Banjarnegara, mendapatkan tangangan dari pemuda yang mengaku berasal dari Desa Cipawon, Kecamatan Bukateja," jelasnya kepada wartawan, Rabu, 5 April 2023.

Tantangan yang masuk melalui pesan Whatsap dari seseorang mengaku bertempat tinggal di Desa Cipawon itu, mengajak perang sarung dengan lokasi yang sudah ditentukan. Yakni, di daerah Jalan Raya masuk Dukuh Kalimenur, Desa Kedungjati.

Setelah disepakati, kedua kelompok pemuda tersebut kemudian melaksanakan perang sarung tersebut. 

Namun, setelah itu kelompok pemuda yangv mengaku dari Desa Cipawon melarikan diri dan dikejar hingga masuk ke pemukiman penduduk.

"Sesampainya di pemukiman penduduk gerombolan dari pihak Desa Cipawon melakukan perlawanan kembali. Sehingga warga sekitar berdatangan untuk melerai," imbuhnya.

Kemudian dua pemuda yang melakukan peranh sarung diamankan warga. Selanjutnya, mereka diserahkan ke Polsek Bukateja untuk dilakukan pembinaan.

Disusul dua rekan lainnya, yang kemudian menyerahkan diri ke Polsek Bukateja. 

Polisi yang mendapatkan laporan kemudian mendatangi lokasi. Dari keempat pelaku perang sarung yang diamankan Polsek Bukateja tersebut, diletahui pelaku perang sarung jumlahnya cukup banyak.

Namun, diketahui banyak yang melarikan diri setelah dibubarkan warga. (tya)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: