Banner v.2

Desa Grogolbeningsari Usulkan Prioritas Pembangunan Desa Inklusif

Desa Grogolbeningsari Usulkan Prioritas Pembangunan Desa Inklusif

Pelaksanaan Musrenbang Tematik di Aula Kantor Desa Grogolbeningsari, Rabu (26/8).--

KEBUMEN – Pemerintah Desa Grogolbeningsari, Kecamatan Petanahan, didorong mengakomodasi kebutuhan penyandang disabilitas dan Orang dengan Disabilitas Psikososial (ODDP) dalam rencana pembangunan desa. Sejumlah usulan prioritas tersebut disepakati dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik Self Help Group (SHG) Grogolbeningsari, Rabu (26/8), di Aula Kantor Desa Grogolbeningsari.

Musrenbang yang diselenggarakan Pusat Pengembangan dan Pelatihan Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (PPRBM) Solo bersama SHG Grogolbeningsari. Kegiatan ini menjadi ruang bagi ODDP dan penyandang disabilitas untuk menyampaikan aspirasi dalam proses perencanaan pembangunan desa.

Selain melibatkan Pemerintah Desa Grogolbeningsari dan Pemerintah Kecamatan Petanahan, SHG Grogolbeningsari, caregiver, dan kader kesehatan jiwa juga turut ambil bagian. Forum itu sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat partisipasi bermakna kelompok disabilitas dalam pembangunan desa.

Dalam diskusi, peserta membahas lima tema utama, yakni ketahanan pangan, kesehatan, pendidikan, kemandirian ekonomi, serta Kartu Penyandang Disabilitas (KPD). Pembahasan tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi permasalahan, memetakan kebutuhan, dan menyusun usulan berdasarkan kondisi yang dihadapi anggota SHG Grogolbeningsari.

BACA JUGA:Polres Kebumen Bekali Siswa SMAN 1 Literasi AI

BACA JUGA:Kemenag Kebumen Minta 33 TPQ Persiapkan Perpanjangan IJOP

Dari pembahasan itu, peserta menyepakati dua usulan prioritas. Pertama, advokasi bagi penyandang disabilitas dan ODDP anggota SHG yang belum memiliki KTP, BPJS PBI, dan Kartu Penyandang Disabilitas.

Usulan yang telah disepakati diharapkan dapat menjadi bahan komunikasi dan pengawalan bersama antara SHG Grogolbeningsari, pemerintah desa, serta pemangku kepentingan terkait dalam proses perencanaan pembangunan desa.

Direktur PPRBM Solo, Sunarman, menegaskan Musrenbang Tematik SHG Grogolbeningsari merupakan upaya untuk memastikan pembangunan desa berjalan dengan melibatkan kelompok disabilitas secara bermakna.

“Musrenbang tematik SHG Grogolbeningsari ini bertujuan mewujudkan pembangunan desa yang inklusif, partisipatif, dan responsif. Inklusif artinya tidak ada yang ditinggalkan. Partisipatif artinya mendengarkan situasi dan kebutuhan dari kelompok disabilitas. Responsif artinya setelah didengarkan dan dicatat, situasi dan kebutuhan dimasukkan ke rencana kerja,” ujar Sunarman, Direktur PPRBM Solo.

BACA JUGA:Hadapi Gangguan Kamtibmas, Polres Kebumen Periksa Peralatan Taktis

BACA JUGA:Warga Kebumen Didorong Kembangkan Usaha lewat Program PEU, 45 Orang Terima Zakat Produktif Hingga Rp 10 Juta

Musrenbang Tematik juga memperkuat peran SHG Grogolbeningsari sebagai wadah dukungan, pemberdayaan, penyampaian aspirasi, dan partisipasi ODDP serta penyandang disabilitas dalam pembangunan desa. Melalui forum ini, SHG memiliki ruang untuk mengorganisasi kebutuhan anggotanya, menyusun prioritas secara bersama, serta membangun komunikasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya. (mam)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: