Trans Banyumas Berhenti, Awak Menanti, Pelajar Ikut Terdampak
Bus Trans Banyumas melintasi underpass Jenderal Soedirman Purwokerto.-DIMAS PRABOWO/RADARMAS-
PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID - Penghentian sementara layanan Trans Banyumas sejak Minggu (30/8) tak hanya mengganggu mobilitas masyarakat, tetapi juga membuat para awak bus menanti kepastian. Mereka berharap proses peralihan pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) segera selesai agar layanan kembali beroperasi.
Salah seorang driver Trans Banyumas, Haryo, berharap proses peralihan pendanaan segera terealisasi sehingga bus dapat kembali melayani penumpang. Menurutnya, keberlanjutan operasional juga berkaitan langsung dengan kepastian pekerjaan para awak.
"Ya, diharapkan bisa terealisasi kembali, jangan lama-lama," ujarnya melalui sambungan telepon, Senin (31/8/2026). Ia mengatakan penghentian sementara sempat membuat para awak khawatir, terutama menyangkut kepastian pekerjaan dan pembayaran gaji selama bus tidak beroperasi.
"Ya dampaknya kami juga masih gimana ya, ini namanya tidak kerja kan masih pikiran, aduh saya dibayar atau tidak seperti itu," ujarnya. Namun, kekhawatiran tersebut sedikit mereda setelah ada kepastian bahwa para awak tetap menerima gaji selama masa penghentian operasional.
BACA JUGA:Operator Buka Opsi Trans Banyumas Dibeli Pemkab, Pengelola Siap Lepas hingga 100 Persen
"Tapi alhamdulillah sih sudah ada kepastian kita masih mendapatkan gaji, dalam hal ini kita masih mendapatkan gaji," jelasnya. Meski tidak mengangkut penumpang, para awak tetap menjalankan aktivitas untuk memastikan armada siap kembali digunakan.
Waktu selama bus berhenti dimanfaatkan para awak untuk melakukan perbaikan kendaraan serta mempersiapkan armada. "Kami melakukan perbaikan-perbaikan kendaraan. Kalau ada yang kekurangan-kekurangan kami perbaiki terus," jelas Haryo.
Sejumlah armada juga menjalani pemeriksaan uji berkala atau kir. Dalam satu kesempatan, sekitar 20 kendaraan mengikuti uji tersebut, sementara armada lainnya juga menjalani proses serupa.
"Tadi juga rombongan ada 20 mobil yang melaksanakan kir. Ada juga separuh juga melaksanakan kir," ungkapnya. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari persiapan armada apabila layanan kembali dioperasikan.
Di tengah ketidakpastian jadwal beroperasi kembali, Haryo mengaku masih sering mendapat pertanyaan dari masyarakat. Para pengguna menghubungi dirinya maupun awak lainnya untuk menanyakan alasan bus berhenti beroperasi dan kapan layanan kembali berjalan.
"Kebetulan sih ada, dan juga rekan-rekan juga banyak yang di-WA, gimana ini kok enggak jalan, kapan jalan, seperti itu. Banyak sekali," tuturnya. Menurut Haryo, banyaknya pertanyaan tersebut menunjukkan masyarakat masih membutuhkan keberadaan Trans Banyumas.
Salah satu kelompok yang cukup terdampak adalah pelajar yang selama ini menggunakan layanan tersebut untuk berangkat dan pulang sekolah. Haryo yang bertugas di trayek menuju Banyumas dan Kejawar mengatakan, pada perjalanan pagi di Koridor 4 terdapat puluhan pelajar yang mengandalkan layanan tersebut.
"Kalau saya trayeknya ke Banyumas, Kejawar. Kalau saya lintasan pagi, pasti ada anak sekolah, minimal 48 anak, itu ada," ujarnya. Ia menilai penghentian layanan membuat pelajar, khususnya yang bersekolah dari Purwokerto menuju wilayah Banyumas, harus mencari alternatif angkutan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
