Banner v.2

Inflasi Banyumas Terkendali, Emas Naik Daun, Ramadan Picu Konsumsi

Inflasi Banyumas Terkendali, Emas Naik Daun, Ramadan Picu Konsumsi

Perhiasan emas di salah satu toko di Kota Purwokerto, Penurunan harga emas picu deflasi.-DIMAS PRABOWO/RADARMAS-

PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID – Tekanan inflasi di wilayah Banyumas Raya pada Maret 2026 terpantau tetap terkendali di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi selama Ramadan dan Idulfitri. Di saat yang sama, tren investasi emas mulai menunjukkan peningkatan seiring tumbuhnya literasi keuangan masyarakat.

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik, inflasi di Purwokerto pada Maret 2026 tercatat sebesar 0,68 persen (month to month), 1,10 persen (year to date), dan 3,31 persen (year on year). Angka tersebut lebih rendah dibandingkan Februari 2026 yang mencapai 0,78 persen (mtm) dan 4,14 persen (yoy).

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto, Christoveny, menyampaikan bahwa inflasi masih berada dalam batas terkendali. Kondisi ini terjadi meskipun terdapat peningkatan permintaan selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional Idulfitri.

“Inflasi pada Maret terutama dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri, khususnya pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau,” ujarnya, Selasa (7/4/2026). Ia menilai pola kenaikan harga masih bersifat musiman.

BACA JUGA:Tambang Emas Ilegal di Banyumas Dibongkar, Tiga Aktor Utama Diamankan

Sejumlah komoditas yang mendorong inflasi di antaranya beras, daging ayam ras, bensin, minyak goreng, serta tarif angkutan antarkota. Namun, tekanan tersebut tertahan oleh penurunan harga pada emas perhiasan, tarif kereta api, dan bawang putih.

Kondisi serupa juga terjadi di Cilacap yang mencatat inflasi sebesar 0,70 persen (mtm) dan 3,51 persen (yoy). Angka tersebut juga lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sehingga menunjukkan tren yang relatif stabil.

“Momentum mudik dan arus balik turut memberikan tekanan tambahan terhadap inflasi, terutama pada sektor transportasi,” jelasnya. Faktor musiman menjadi penyebab utama pergerakan harga tersebut.

Dalam menjaga stabilitas harga, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Banyumas Raya terus memperkuat sinergi. Berbagai program digencarkan mulai dari gerakan pangan murah, pasar tani, hingga pemantauan harga di pasar tradisional dan modern.

BACA JUGA:Keluarga Terdakwa Tambang Emas di Banyumas Kecewa, Tuntutan Diundur Hingga Pekan Depan

Selain itu, edukasi belanja bijak juga terus dilakukan untuk menjaga ekspektasi inflasi masyarakat. Langkah ini dinilai penting agar masyarakat tetap rasional dalam berbelanja.

Di tengah inflasi yang relatif stabil, aktivitas ekonomi masyarakat juga diwarnai meningkatnya minat terhadap investasi emas. Tren ini didorong oleh kemudahan akses serta meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap instrumen keuangan.

Area Manager BSI Area Purwokerto, Ahmad Widodo, mengatakan minat masyarakat terhadap emas terus meningkat. Hal ini sejalan dengan bertambahnya literasi dan edukasi mengenai bullion bank.

“Minat masyarakat terhadap emas terus meningkat seiring bertambahnya literasi dan edukasi mengenai bullion bank,” ujarnya saat kegiatan Ngopi Bareng Media di Purwokerto. Ia melihat tren ini sebagai sinyal positif.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: