Pemkab Banyumas Gandeng Balai POM Wujudkan Keamanan Pangan
KOLABORASI. Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti bersinergi dengan Kepala Balai POM Banyumas Gidion, mendorong terwujudnya keamanan pangan. -JUNI R/RADARMAS-
PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Banyumas bersama Balai Pengawas Obat dan Makanan (POM) Banyumas memperkuat program keterpaduan keamanan pangan bagi masyarakat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pangan yang dikonsumsi warga lebih aman dan sehat.
Program tersebut mencakup tiga sektor utama, yakni desa, pasar, dan sekolah. Ketiganya menjadi fokus intervensi untuk membangun sistem keamanan pangan yang menyeluruh.
Kepala Balai POM Banyumas, Gidion, mengatakan bahwa keamanan pangan merupakan pondasi penting bagi kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, program ini dirancang agar menyentuh langsung kehidupan sehari-hari warga.
"Nanti kita akan terdiri dari 3 program itu program desa pangan aman, program pasar pangan aman berbasis komunitas, dan program pangan jajaran anak sekolah," kata dia saat Forum Advokasi Program Keterpaduan Keamanan Pangan, Rabu (8/4) di Pendopo Si Panji.
BACA JUGA:Karangwangkal Purwokerto Bakal Ditata Seperti Kota Lama, Fokus Lapangan dan Drainase
Menurutnya, intervensi program akan difokuskan pada tiga sarana tersebut. Pendekatan ini dinilai efektif karena langsung menyasar lingkungan terdekat masyarakat.
"Sekolah dasar nanti untuk anak SD yang lebih rentan terpapar untuk makanan yang tidak inilah tidak sehat, tidak aman," ujarnya.
Gidion menjelaskan, Kabupaten Banyumas dengan jumlah penduduk yang besar membutuhkan perhatian serius terkait keamanan pangan. Salah satu targetnya adalah pembentukan kader keamanan pangan di tingkat desa.
"Targetnya nanti kita di desa terbentuk kader keamanan pangan. Nanti kader ini bisa melakukan sosialisasi, atau pelatihan kepada masyarakat desa sehingga masyarakat desa nanti paham pemilihan pangan yang aman itu seperti apa," ungkapnya.
BACA JUGA:Polres Kebumen Gelar Gerakan Pangan Murah
Selain desa, program juga menyasar komunitas pasar sebagai penggerak perubahan. Pedagang diharapkan dapat menjadi pelaku utama dalam menyediakan pangan yang aman bagi masyarakat.
"Begitu juga nanti harapannya kita kalau nanti sudah pasar ini nanti bagus, nanti dia bisa memberi contoh ke pasar yang lain," jelasnya.
Untuk sektor sekolah, program akan melibatkan guru, siswa, dan orang tua. Pendampingan dilakukan agar anak-anak lebih selektif dalam memilih jajanan.
"Nanti untuk mendampingi supaya pemilihan jajanan anak sekolah yang aman," paparnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
