Tokoh NU Kebumen Berikan Dukungan Kepada Ponpes Assidiqiyah
Wakil Tanfidziah PCNU Kebumen Gus Fachrudin Achmad Nawawi meninjau sejumlah bagian bangunan Pondok Pesantren Assidiqiyah, yang hangus terbakar Kamis dini hari (12/3).--
KEBUMEN - Musibah kebakaran yang melanda Pondok Pesantren Assidiqiyah di Dukuh Juru Tengah, Desa Kaleng, Kecamatan Puring, Kamis dini hari (12/3) lalu, mengundang keprihatinan berbagai pihak.
Kebakaran yang menghanguskan bangunan asrama santri tersebut juga mengetuk kepedulian tokoh masyarakat dan Nahdlatul Ulama di Kebumen.
Salah satu yang langsung turun ke lokasi adalah Wakil Tanfidziah PCNU Kebumen Gus Fachrudin Achmad Nawawi.
Dalam kunjungannya, Gus Fachrudin meninjau sejumlah bagian bangunan yang hangus terbakar, terutama di lantai dua yang selama ini digunakan sebagai asrama santri. Selain itu, ia juga menyerahkan bantuan sebagai bentuk kepedulian terhadap para santri dan pengurus pondok.
BACA JUGA:Pemilik Usaha Kost Diminta Jaga Ketertiban
BACA JUGA:Komposisi Baru Persak Tampil Menjanjikan
“Musibah ini tentu menjadi ujian bagi kita semua. Kami turut prihatin dan berharap para santri serta pengurus pondok tetap kuat dan sabar. Semoga Allah SWT mengganti dengan yang lebih baik dan proses pemulihan bisa segera berjalan,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membantu proses pemulihan fasilitas pondok pesantren agar kegiatan belajar dan mengaji para santri dapat kembali berjalan seperti semula.
Perlu diketahui, kebakaran terjadi di Pondok Pesantren Assidiqiyah pada Kamis dini hari sekitar pukul 02.45 WIB. Api menghanguskan bangunan lantai dua yang digunakan sebagai asrama santri. Beruntung, dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa.
Kerusakan paling parah terjadi di lantai dua yang digunakan sebagai ruang belajar, gudang, serta enam kamar santri. Sekat kamar diketahui menggunakan material sederhana seperti triplek, bambu, plastik bekas, seng, dan baliho. Sebagian lantai juga menggunakan kayu sehingga api dengan cepat merambat dan membakar ruangan. (mam)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
