Banner v.2

55 Kasus DBD Terjadi di Kabupaten Purbalingga Sepanjang 2025, Kematian Nihil

55 Kasus DBD Terjadi di Kabupaten Purbalingga Sepanjang 2025, Kematian Nihil

Proses fogging di Karangreja, Kecamatan Kutasari, 12 Februari 2026 lalu. -Dok. Dinkes PPKB Purbalingga-

PURBALINGGA, RADARBANYUMAS.DISWAY.ID – Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti betina masih ditemukan di Kabupaten Purbalingga sepanjang 2025.

Pengelola Program Dengue dan Zoonosis Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Purbalingga, Abidin Solihin, mengungkapkan sepanjang 2025 tercatat 55 kasus tanpa kematian.

"Di tahun 2025 mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun 2024 yang tercatat 271 kasus DBD," ungkapnya, Selasa (24/2/2026).

Jika dibandingkan 2024, terjadi penurunan 216 kasus atau sekitar 79 persen. Meski demikian, DBD masih tersebar di 16 kecamatan.

BACA JUGA:49 Kasus DBD Ditemukan di Purbalingga

Sebaran kasus masing-masing 5 kasus di Bukateja, Pengadegan, Kutasari dan Rembang. Kemudian masing-masing 1 kasus di Purbalingga, Karangjambu, Karanganyar dan Kalimanah.

Di Bojongsari, Karangtengah dan Karangmoncol masing-masing 2 kasus. Sementara Kaligondang, Padamara dan Mrebet masing-masing 3 kasus.

Dua kecamatan tertinggi yakni Bobotsari dengan 7 kasus dan Kejobong dengan 9 kasus.

Abidin menjelaskan berbagai upaya pencegahan dan penanganan terus dilakukan, mulai dari Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), larvasidasi dengan abate atau agen biologis, pemeliharaan ikan pemakan jentik, penanaman tanaman pengusir nyamuk hingga fogging.

BACA JUGA:Wilayah Kota Cilacap Jadi Lokus DBD dan Chikungunya

Ia berharap berbagai langkah tersebut mampu terus menekan angka kasus DBD di Kabupaten Purbalingga. (***)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: