Sadewo Bidik Banyumas Jadi Sentra Gula Semut Dunia, Dorong Budidaya Kelapa Genjah
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono.-JUNI R/RADARMAS-
PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID – Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menaruh mimpi besar agar Kabupaten Banyumas mampu menjadi sentra gula semut dunia. Upaya itu diwujudkan dengan mendorong pengembangan dan perbanyakan kelapa genjah sebagai bahan baku utama produksi gula kelapa yang berdaya saing global.
“Saya ingin Kabupaten Banyumas menjadi pusat ekspor gula semut, kristal, organik ke seluruh dunia,” kata Sadewo.
Sadewo menuturkan, pemilihan kelapa genjah sebagai fokus pengembangan bukan tanpa alasan. Salah satu pertimbangan utama adalah semakin berkurangnya jumlah penderes kelapa. Regenerasi penderes, menurutnya, kini menjadi persoalan serius di tingkat lapangan.
“Kenapa saya ngotot, begini, penderes jumlahnya semakin kecil. Anak-anak muda sudah tidak mau menjadi penderes. Dalam satu bulan minimal satu orang jatuh, risikonya patah tulang, lumpuh, bahkan meninggal,” jelasnya.
BACA JUGA:Bupati Hibahkan Bus untuk Persibas, Sadewo Optimistis Laskar Bawor Tembus Liga 3
Ia menggambarkan risiko pekerjaan penderes kelapa konvensional yang harus memanjat pohon setinggi 15 meter. Dalam kondisi normal, satu orang penderes hanya mampu menderes maksimal 25 pohon per hari, itu pun jika cuaca tidak hujan.
“Tingginya sampai 15 meter. Satu hari maksimal menderes 25 pohon kelapa kalau tidak hujan,” ujarnya.
Sadewo menegaskan, kondisi tersebut harus dijawab dengan inovasi agar sektor gula kelapa tetap berkelanjutan. Kelapa genjah dinilai menjadi solusi karena memiliki postur pohon yang lebih pendek, sehingga lebih aman dan mudah diakses.
“Kelebihan kelapa genjah itu pohonnya tidak terlalu tinggi. Jadi siapa saja bisa menderes. Tua, muda, laki-laki, perempuan,” katanya.
Ia bahkan memiliki cita-cita untuk secara bertahap menggantikan kelapa dalam dengan kelapa genjah di Banyumas. Salah satu varietas yang menjadi perhatiannya adalah kelapa genjah bido yang dikenal hanya tumbuh di Morotai dengan tinggi pohon sekitar 2 hingga 3 meter.
BACA JUGA:Sadewo Tri Lastiono Resmi Jadi Bos DPC PDI Perjuangan Banyumas
“Saya punya cita-cita mengganti kelapa dalam dengan kelapa genjah. Ada kelapa genjah bido yang hanya hidup di Morotai, tingginya 2–3 meter. Saya ingin bisa bawa ke sini,” ungkap Sadewo.
Di sisi lain, Sadewo melihat peluang pasar yang sangat besar bagi gula kelapa Banyumas. Ia menyebutkan, kebutuhan dunia terhadap gula kelapa saat ini sebagian besar dipasok oleh Indonesia.
“Kebutuhan dunia terhadap gula kelapa itu 90 persen dipasok oleh Indonesia, dan dari 90 persen tersebut, 80 persennya berasal dari Banyumas Raya,” ujarnya.
Menurut Sadewo, kondisi tersebut merupakan peluang luar biasa yang harus dimanfaatkan secara maksimal. Dengan pengelolaan yang tepat, sektor gula kelapa diyakini dapat memberikan efek berganda bagi perekonomian masyarakat, terutama di wilayah pedesaan.
BACA JUGA:Terima Kunjungan Dari Shanxi, Sadewo Promosikan Investasi Banyumas
“Ini peluang yang luar biasa. Makanya saya akan konsentrasi agar Banyumas menjadi pusat eksportir gula kelapa dan bisa memberikan multiplier effect kepada masyarakat pedesaan,” katanya.
Untuk mewujudkan visi tersebut, Pemerintah Kabupaten Banyumas menjalin kolaborasi dengan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, PT IMC, serta GIZ (Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit) dalam program pemberdayaan petani melalui budidaya kelapa genjah.
Proyek tersebut ditargetkan memberdayakan sekitar 6.000 rumah tangga petani, termasuk perempuan dan petani muda. Program ini mencakup penerapan budidaya kelapa genjah yang berkelanjutan, peningkatan kapasitas petani, penguatan rantai nilai, hingga perluasan akses pasar.
“Sebagaimana kita ketahui, proyek ini bertujuan memberdayakan rumah tangga petani, termasuk perempuan dan petani muda, melalui penerapan budidaya kelapa genjah yang berkelanjutan, peningkatan kapasitas petani, penguatan rantai nilai, serta perluasan akses pasar sebagai langkah strategis dalam memperkuat pertanian rakyat yang berkelanjutan,” terang Sadewo saat kick-off proyek, Jumat (30/1/2026).
Dengan langkah tersebut, Pemkab Banyumas optimistis sektor gula kelapa akan semakin kokoh dan mampu menempatkan Banyumas sebagai pemain utama di pasar gula semut global. ***
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

