Banner v.2

Warga Grenggeng Lestarikan Kerajinan Anyaman Daun Pandan Turun Temurun

Warga Grenggeng Lestarikan Kerajinan Anyaman Daun Pandan Turun Temurun

Hasil kerajinan anyaman daun pandan menjadi sumber penghasilan warga Desa Grenggeng Kecamatan Karanganyar turun temurun.--

KEBUMEN - Kerajinan anyaman berbahan daun pandan di Dukuh Stanakunci Desa Grenggeng Kecamatan Karanganyar  menjadi salah satu produk unggulan dan tradisi turun temurun. Ini terus dilestarikan.

Di sentra kelompok usaha produktif Kelompok Tani Hutan Margo Rahayu, beberapa ibu rumah tangga tengah sibuk menganyam daun pandan yang telah dikeringkan menjadi bahan setengah jadi. Ini disebut complong untuk selanjutnya diolah menjadi berbagai macam kerajinan. 

Sedangkan dua laki-laki sibuk menjahit anyaman yang telah dipotong sesuai dengan ukuran dan pola produk kerajinan.

Salah satu warga Waginem (65) tampak sibuk menyelesaikan anyaman setengah jadi dengan motif kepang. Ibu rumah tangga itu telah bisa menganyam sejak duduk di bangku sekolah dasar. Dia kini bisa menghasilkan dua complong setiap harinya.

BACA JUGA:Bupati Kebumen Dukung Apotek Luk Ulo Target PBF 2026 dan Ekspansi ke Jalur Daendels

BACA JUGA:Meningkat, Angka Perceraian di Kebumen Capai 3.154 Perkara Sepanjang Tahun 2025

"Karena pekerjaan rumah tangga dulu diselesaikan baru nganyam ini," katanya, di sela menyelesaikan anyaman ukuran 60 cm x 60 cm, Rabu (6/1).

Menurutnya menganyam daun pandan yang bahanya melimpah di wilayahnya menjadi sampingan di sela mengurus rumah tangga. 

"Alhamdulillah bisa untuk menambah penghasilan. Bisa untuk ongkos anak-anak sekolah. Kalau pagi kita jual complong ke pengepul, kasih buat ongkos anak," terangnya.

Ketua Kelompok Tani Hutan Margo Rahayu, Anung Pratama mengatakan, unit usaha ini fokus untuk pemberdayaan masyarakat dengan membantu mempermudah akses pengrajin yang mengalami kesulitan menjual produk. Di sisi lain kegiatan ini juga untuk melestarikan anyaman pandan di Desa Grenggeng.

BACA JUGA:Penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor dan BBNKB Kebumen Terkoreksi Akbat Kepemilikan Kendaraan Bermotor Menurun

BACA JUGA:Rusak, Akses ke Obwis Krakal Dikeluhkan

Secara keseluruhan ada 63 orang anggota serta pengurus di kelompok usaha ini. Di samping itu, pihaknya juga menggandeng pengrajin anyaman di lima desa sekitar dengan jumlah mencapai dua ribuan orang.

"Kita punya ratusan macam produk (anyaman pandan) mulai dari tas, dompet, aneka box, topi, sandal, tikar dan lainya," ungkapnya. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: