Banner v.2

Rp 7,5 Miliar Digelontorkan, Pemkab Banjarnegara Bangun Ulang Jembatan Ambruk

Rp 7,5 Miliar Digelontorkan, Pemkab Banjarnegara Bangun Ulang Jembatan Ambruk

Kondisi saat ini jembatan ambruk yang ada di Desa Karekan, Kecamatan Pagentan Banjarnegara.-Pujud Andriastanto/Radar Banyumas-

BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID – Dua jembatan penghubung di Desa Karekan, Kecamatan Pagentan, kini tinggal kenangan. Hujan deras yang mengguyur wilayah Banjarnegara bagian atas di penghujung 2025, tak hanya membuat Sungai Merawu dan Sungai Bojong meluap, tetapi juga membuat jembatan ambruk. Padahal jembatan itu merupakan akses utama warga, yang menjadi nadi pergerakan ekonomi dan sosial desa.

Tak menunggu lama, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara menyiapkan anggaran Rp 7,5 miliar untuk membangun kembali dua jembatan yang ambruk tersebut. Kerusakan terjadi lebih cepat dari rencana, bahkan sebelum proyek masuk tahap pelaksanaan.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Banjarnegara, Arqom Al Fahmi mengungkapkan, pembangunan dua jembatan itu sudah masuk agenda kerja tahun 2026. Namun, intensitas hujan yang tinggi membuat arus sungai mengganas dan menggerus pondasi jembatan hingga ambrol.

“Dua jembatan itu memang sudah kami rencanakan pembangunannya pada 2026, tapi hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan luapan sungai yang menggerus pondasi, sehingga jembatan rusak lebih cepat dari perkiraan,” ujar Arqom, Senin (5/1).

BACA JUGA:Luapan Sungai Merawu dan Bojong Terjang Jembatan Desa Karekan Hingga Ambrol

Dari total anggaran yang disiapkan, Rp 5,3 miliar dialokasikan untuk pembangunan jembatan di ruas Kalilunjar–Karekan, sementara Rp 2,2 miliar untuk rehabilitasi Jembatan Kali Merawu. Kerusakan yang terjadi bukan sekadar retak atau longsor kecil.

Bagian paling krusial, yakni oprit atau penghubung antara badan jalan dan lantai jembatan, terputus total diterjang arus sungai.

“Sekarang dua jembatan itu tidak bisa difungsikan sama sekali karena opritannya terputus. Akses warga benar-benar terhenti,” jelasnya.

Putusnya dua jembatan tersebut berdampak luas bagi warga Karekan dan sekitarnya. Aktivitas ekonomi tersendat, akses menuju sekolah menjadi lebih jauh, hingga pelayanan sosial dan kesehatan ikut terganggu. Kondisi inilah yang membuat percepatan pembangunan menjadi prioritas.

BACA JUGA:Tak Lagi Lewat Jembatan Bambu, Akses Sekolah Siswa Desa Serang Segera Lebih Aman

Saat ini, DPU PR Banjarnegara tengah menyiapkan Detail Engineering Design (DED) sebagai dasar teknis sebelum masuk ke tahap pengadaan.

Arqom menyebut, setelah perencanaan rampung, proses akan dilanjutkan melalui mekanisme e-purchasing agar pelaksanaan bisa berjalan lebih cepat dan transparan.

“Kami berharap seluruh tahapan, mulai dari perencanaan sampai pengadaan, berjalan lancar. Harapannya, pembangunan bisa tepat waktu dan dikerjakan oleh penyedia jasa yang profesional,” katanya.

Dia menegaskan, sesuai arahan pimpinan, keberadaan dua jembatan ini bersifat vital dan tidak bisa ditunda. Pemerintah daerah ingin memastikan akses warga kembali pulih secepat mungkin, sekaligus mengantisipasi risiko serupa di masa mendatang.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: