Dua Sumber Air Baku Hancur, Perumdam Tirta Perwira Purbalingga Rugi Rp2 Miliar Akibat Banjir Bandang
Fasilitas Broncaptering Perumdam Tirta Perwira di sumber air baku Si Kopyah sebelum terdampak bencana banjir bandang dan longsor.-Dok. Perumdam Tirta Perwira-
PURBALINGGA, RADARBANYUMAS.DISWAY.ID - Banjir bandang di lereng Gunung Slamet menghancurkan sarana air bersih milik Perumdam Tirta Perwira Purbalingga. Dua sumber air baku dilaporkan hilang total tanpa menyisakan bangunan.
Bangunan broncaptering dan jaringan pipa transmisi hanyut terbawa arus deras. Dampaknya, pasokan air bersih ke warga langsung terganggu.
Kerusakan terparah terjadi di Dusun Kaliurip Gunung, Desa Serang. Reservoir tertimbun lumpur, jaringan distribusi sepanjang sekitar 450 meter hilang, dan bangunan sumber air baku habis.
Meski begitu, sebagian jaringan distribusi dan sambungan rumah di beberapa titik masih eksis. Kondisi ini membuat pemulihan layanan tidak bisa dilakukan secara menyeluruh dalam waktu dekat.
BACA JUGA:Perumdam Tirta Perwira Tata Ulang Ruang Pelayanan, Pelanggan Tetap Terlayani
Direktur Utama Perumdam Tirta Perwira Purbalingga, Sugeng, menyebut gangguan layanan sudah berlangsung sejak akhir Januari. Tiga wilayah kini terdampak penghentian suplai air bersih.
"Akibat kerusakan tersebut, sejak 23 Januari 2026 operasional pelayanan air bersih di tiga wilayah, yakni Serang, Kutabawa, dan Siwarak, terhenti total. Di masa tanggap darurat, Perumdam bersama TNI, Polri, dan masyarakat tetap berupaya memastikan ketersediaan air bagi pengungsi," jelas Sugeng, Selasa (3/2/2026).
Perumdam menemukan tiga titik mata air alternatif untuk membantu suplai darurat. Namun debitnya di bawah 5 liter per detik, jauh dari kebutuhan minimal 14 liter per detik.
Air dari sumber tersebut tidak dialirkan ke jaringan pipa. Air hanya ditampung di terminal air untuk pengisian mobil tangki lalu disalurkan ke toren di lokasi pengungsian.
BACA JUGA:Pipa Utama Perumdam Tirta Jaya Bocor di Simpang Proliman Jeruklegi Cilacap, Perbaikan Dimulai
Sebagai langkah darurat lain, Perumdam menggratiskan pengambilan air di dua depot. Lokasinya berada di Serang Kaliurip Gunung dan Kutabawa jalur Bambangan.
Kebijakan ini berlaku hingga 6 Februari 2026 atau sampai masa tanggap darurat berakhir. Langkah tersebut mengikuti arahan pemerintah daerah.
Sugeng mengatakan pihaknya masih mencari sumber pengganti untuk pelayanan Si Kopyah. Namun kondisi medan berubah drastis setelah banjir bandang.
Tidak ada lagi lahan datar untuk pembangunan sarana, akses sangat terjal dan curam, serta hanya bisa dilalui tangga darurat. Aliran Si Kopyah nantinya akan diserahkan kepada pihak desa.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

