Tarif Parkir di Event Purwokerto Half Marathon Mahal Peserta Mengeluh
Peserta Purwokerto Half Marathon disambut sorak sorai peserta lainnya saat memasuki garis finish di Menara Teratai Purwokerto, Minggu (11/5/2025).-DIMAS PRABOWO/RADARMAS-
PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID – Gelaran Ajang PURWOKERTO Half Marathon 2025 digelar kedua kalinya di halaman Menara Teratai PURWOKERTO, Minggu (11/5/2025). Ajang yang diwacanakan akan digelar setiap tahun itu meninggalkan catatan kurang sedap di mata peserta.
Bukan soal terkait acara pelaksanaannya, melainkan tarif parkir yang dinilai sangat mahal dan ajimumpung. Sejumlah peserta mengeluhkan tarif parkir sepeda motor yang dipatok Rp5 ribu dan mobil Rp10 ribu.
Ironisnya, tarif tersebut dibayarkan di muka tanpa diberikan karcis parkir resmi. Padahal, peserta diarahkan langsung oleh panitia ke lokasi parkir yang telah ditentukan.
“Saya kaget, parkir motor sampai Rp5 ribu. Tidak ada karcis, tidak ada arahan dari juru parkir, tapi langsung ditarik bayaran. Ini siapa yang menentukan tarifnya?” ujar Saladin, peserta asal Purwokerto, Senin (12/5/2025).
BACA JUGA:Disperkimhub Jelaskan Soal Maraknya Parkir Liar di Kebumen
Keluhan serupa disampaikan Dika, warga Sokaraja, yang sehari sebelum pelaksanaan juga diminta membayar parkir dengan tarif serupa, saat ia akan pengambilan perlengkapan lari dari panitia. Ia menilai pelayanan parkir buruk dan sangat mengecewakan.
“Citra event yang diikuti peserta dari berbagai daerah ini justru juru parkir, tapi mereka tidak melayani dengan baik. Peserta dari luar kota pasti akan berpikir negatif soal Purwokerto,” katanya.
Kekecewaan juga diluapkan peserta Purwokerto Half Marathon lainnya, Purba, warga Somagede Kabupaten Banyumas. Ia juga merasa jengah dengan polemik parkir di Kabupaten Banyumas. Menurutnya banyak petugas parkir yang ajimumpung (memanfaatkan momen) seperti saat gelaran Half Marathon ke Dua itu.
“Bicara soal parkir di Purwokerto, tidak hanya di Purwokerto, di seluruh Kabupaten Banyumas masalah parkir tidak selesai-selesai, karena yang punya kebijakan pun tidak tegas. Setiap ada event, di Banyumas, pasti tarif parkirnya 'getok' dan tanpa karcis,” ucapnya.
BACA JUGA:Operasi Gabungan Tertibkan Parkir Liar, PKL dan PGOT di Purwokerto
Sementara itu, peserta dari Palembang, Sumatera Selatan memaklumi mahalnya tarif parkir saat adanya gelaran event di sebuah kota. Namun, ia menyoroti mahalnya tarif parkir saat event itu masuk ke Kas Daerah atau tidak. Terlebih penampilan dari para petugasnya, yang membuat pengunjung kurang nyaman.
"Biaya parkir event kemarin memang mahal, tapi tidak apa-apa, karena biasanya kl ada event besar selalu jd kesempatan untuk ngutip parkir lebih mahal. Cuma, yg jadi sorotan saya, pengelola parkirnya resmi atau tidak? terlebih penampilan tukang parkirnya yang berpenampilan preman, jadi membuat kurang nyaman, itu saja. Jadi kita keluarin biaya parkir banyak itu buat daerah apa buat preman," ujarnya saat ditemui usai acara, Minggu (11/5/2025).
Masalah parkir ini sudah menjadi perbincangan masyarakat di media sosial, sejak beberapa bulan terakhir, dan sejumlah warganet menyebut Kota Purwokerto dengan julukan baru, "Purwokerto Kota Sejuta Parkir" dikarenakan banyaknya tukang parkir atau area yang sewajarnya tidak ada tukang parkir, namun diparkiri, seperti gerai ATM, mimimarket, serta parkir di obyek wiasata, dengan tarif yang tak sesuai perda dan tanpa karcis. Ada juga warganet yang menyebut "Purwokerto, P-nya adalah Parkir". (dms)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
