Banner v.2

Ramadan Momentum Berdamai dengan Diri Sendiri

Ramadan Momentum Berdamai dengan Diri Sendiri

Oktia Maulida (Staf FTS UMP)--

Oleh: Oktia Maulida

(Staf FTS UMP)

Ramadhan menghadirkan suasana yang berbeda dalam kehidupan manusia. Bulan suci ini bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi waktu untuk membersihkan hati dan menata kembali diri.

Dalam suasana yang penuh kekhusyukan, manusia diajak merenungkan diri, memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, sekaligus memperbaiki hubungan dengan sesama. Ramadhan pun menjadi momentum untuk belajar berdamai dengan diri sendiri dengan melepaskan amarah, luka, dan kekecewaan yang selama ini tersimpan di dalam hati.

Dalam kehidupan sehari-hari, tidak sedikit orang yang menyimpan luka batin akibat konflik, kekecewaan, atau perlakuan orang lain. Perasaan marah, sakit hati, bahkan dendam sering kali bertahan lama dalam diri seseorang.

Dari sudut pandang psikologi, emosi negatif yang dipendam terlalu lama dapat memengaruhi kesehatan mental, memicu stres, kecemasan, dan ketegangan emosional. Oleh karena itu, memaafkan menjadi salah satu langkah penting dalam proses penyembuhan batin.

BACA JUGA:Awas Ketiduran Sedetik yang Mematikan: Bahaya Microsleep Saat Mudik Lebaran

“Ho’oponopono” sebuah teknik penyembuhan batin dari tradisi Hawai yang menekankan proses pembersihan emosi melalui empat ungkapan sederhana : aku menyesal, maafkan aku, terima kasih, dan aku mencintaimu.

Ungkapan-ungkapan ini membantu seseorang mengakui kesalahan, membuka ruang untuk memaafkan, serta menumbuhkan rasa syukur dan kasih sayang. Tujuan utamanya adalah membersihkan pikiran dari emosi negatif yang selama ini membebani hati.

Aku Menyesal

Penyesalan merupakan langkah awal dalam proses taubat, karena perubahan diri berawal dari kesadaran atas kekeliruan yang telah dilakukan.

Al Qur’an Surah Az-Zumar Ayat 53 mengingatkan manusia agar tidak berputus asa dari rahmat Allah dengan kata lain Allah SWT mengampuni dosa hamba-Nya yang kembali kepada-Nya.

BACA JUGA:Ramadan: Bulan Konservasi Hati

Maafkan Aku

Kesadaran untuk meminta maaf menjadi sikap yang penting dalam kehidupan, karena manusia tidak pernah sepenuhnya terbebas dari kesalahan terhadap sesamanya. Al-Qur’an Surah Ali Imran Ayat 134 menjelaskan orang-orang bertakwa sebagai mereka yang mampu menahan amarah dan lapang dada dalam memaafkan.

Sikap saling memaafkan ini merupakan cerminan akhlak yang luhur, yang tidak hanya memperbaiki hubungan sosial tetapi juga menumbuhkan ketenangan dalam hati.

Terimakasih 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: