Banner v.2

Diprediksi Terjadi Hujan Lebat di 10 Kecamatan di Cilacap

Diprediksi Terjadi Hujan Lebat di 10 Kecamatan di Cilacap

Cuaca mendung menyelimuti cilacap, yang diprediksi 10 kecamatan berpotensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang.-Rayka Diah Setianingrum/Radar Banyumas-

CILACAP, RADARBANYUMAS.CO.ID - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi, cuaca untuk beberapa hari ke depan berpotensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang.

Adapun wilayah Kabupaten Cilacap yang diprediksi terjadi hujan lebat dengan disertai petir dan angin kencang yakni, Kecamatan Cilacap Selatan, Kesugihan, Adipala, Binangun, Nusawungu, Kawunganten, Bantarsari, Cilacap Tengah, Cilacap Utara, Kampung Laut.

Kepala Kelompok Teknisi BMKG Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo mengatakan, beberapa faktor penyebabnya antara lain adanya sirkulasi siklonik di Samudera Hindia barat daya Pulau Jawa, yang memicu aliran udara dari arah barat dengan kelembapan tinggi serta potensi angin kencang.

Selain itu, pertemuan arah angin atau konvergensi di beberapa wilayah meningkatkan pertumbuhan awan hujan yang berpotensi membawa hujan deras disertai petir dan angin kencang.

BACA JUGA:2.545 Pelajar Banjarnegara Bertarung di Popda 2025, Siapkan Langkah Menuju Level Provinsi

BACA JUGA:TPST Sumpiuh Menunggu Perbaikan Atap Rusak

"Labilitas udara yang tinggi juga menjadi pemicu terbentuknya awan Cumulonimbus, yang kerap menimbulkan hujan lebat hingga potensi hujan es di wilayah Jawa Tengah," kata dia.

Teguh menambahkan, untuk wilayah Cilacap bagian utara, potensi hujannya cenderung pada sore hingga malam hari. Sedangkan bagian selatan, kecenderungannya pada malam hingga pagi hari.

"Karena untuk perkembangan musim saat ini masih dalam masa transisi, yaitu peralihan musim dari musim penghujan menuju ke musim kemarau. Jadi potensi cuaca ekstrem masih terjadi," ujar Teguh. 

Pihaknya menghimbau kepada masyarakat dan para pengguna alat transportasi laut untuk memperhatikan kondisi cuaca sebelum beraktivitas. Selain itu, masyarakat diminta untuk mewaspadai adanya potensi bencana hidrometeorologi.

"Untuk para pengguna transportasi laut maupun nelayan jangan mengabaikan aturan keselamatan, dengan tetap nekat berangkat dengan kelebihan muatan serta ditengah cuaca ekstrem seperti sekarang ini," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: