Barca Hampir Dipermalukan Tim Divisi Tiga
NYARIS MALU: Barcelona yang didominasi pemain pelapis nyaris dipermalukan tim Divisi B UD Ibiza di babak 32 besar Copa Del Rey kemarin.
IBIZA- Quique Setien hanya bisa menggeleng keheranan. Pelatih FC Barcelona tak menyangka skuat pelapis yang dibawanya melawan UD Ibiza dibuat kerepotan. Berstatus tim unggulan, Barca nyaris kehabisan akal melawan tim Segunda Division B alias divisi ketiga Liga Spanyol di babak 32 besar Copa del Rey, dini hari kemarin.
Di menit sembilan, Tim tuan rumah unggul terlebih dahulu melalui gol Caballe Martin. Blaugrana-sebutan Barca- hampir hilang kesabaran hingga akhirnya Antoine Griezmann mencetak dua gol menjelang akhir laga (menit 72’ dan 90’). Skor berbalik 1-2 untuk kemenangan Blaugrana.
Keheranan Setien makin bertambah usai melihat statistik laga tersebut. Barcelona sukses melakukan 718 operan dan menguasai 78 persen penguasaan bola. Kendati demikian, Ansu Fati dan kolega hanya bisa menceploskan tiga tembakan tepat sasaran.
Dilansir dari Marca, statistik ini datang hanya tiga hari setelah Barca mencapai 1.005 operan - tertinggi ketiga untuk Barcelona sejak musim 2008/09 - melawan Granada. Sayangnya, Setien mengaku tidak terlalu senang dengan penampilan timnya. "Saya tidak suka laga kemarin," katanya tentang 60 menit pertama melawan Ibiza.
"Saya lebih suka bahwa itu semua dilakukan dengan cara yang berbeda. Namun, bermain di lapangan seperti ini sangatlah sulit,” ujarnya.
Komentar tersebut mengacu kepada kondisi lapangan tim tuan rumah, yang membuat Barcelona sulit bermain maksimal. Di sisi lain, ia juga mengagumi kerasnya pertahanan tim asal pulau fiesta tersebut.
Barcelona bahkan tidak bisa mencatatkan satu tembakan pun hingga menit ke-67, sedangkan Ibiza kalah telak dalam segi penguasaan bola dan hanya memiliki 30 persen penguasaan bola sepanjang pertandingan.
"Saya memuji Ibiza, yang bermain sangat hebat," kata Setien. "Pertandingan itu tidak mudah bagi kami. Kami mengalami kesulitan," imbuhnya.
Di sisi lain, pencetak dua gol Blaugrana Griezmann mengaku performanya kemarin masih jauh dari ekspektasi. Dia bermain dalam peran yang lebih sentral tanpa Messi dan Suarez, kendati terbukti klinis di depan gawang.
"Itu bukan performa terbaik saya. Saya berharap dua gol yang sama bisa terjadi di Liga Champions," kata Griezmann. Dengan absennya Suarez empat bulan ke depan, Griezmann memiliki kesempatan untuk membuat banyak gol sebagai penyerang sentral. (fin/tgr/ACD)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

