Banner v.2

PSIS VS PSM-Demi Nama Besar

PSIS VS PSM-Demi Nama Besar

MAGELANG - Pasukan Ramang selalu menelan hasil minor di Piala Presiden. Akan tetapi pada laga terakhir nanti, ada nama besar yang dipertaruhkan. Musim ini, edisi ketiga PSM memastikan gugur lebih cepat, meski masih menyisakan satu laga di babak grup. Edisi 2017 kalah dua kali oleh Persib dan Persela, Pasukan Ramang mengamuk dengan membantai Persiba dengan skor 3-1. Edisi 2018 juga demikian. PSM yang dikalahkan duo wakil Sumatera, PSMS dan Sriwijaya. Akan tetapi, Wiljan Pluim dkk sukses mempermalukan Persib di markasnya dengan skor 1-0. Sekaligus memastikan Maung Bandung juga gugur. Hasil edisi sebelumnya, paling tidak diharapkan bisa kembali berlanjut musim ini. Meskipun itu menghadapi PSIS sebagai tuan rumah di Stadion Moch Soebroto, Magelang, malam nanti. Apalagi hingga kini PSM menjadi satu dari dua tim yang belum mencetak satu gol pun. Minus Eero Markkanen, Ferdinand Sinaga dan Guy Junior yang sama-sama mendapat kepercayaan sebagai starter belum menunjukkan tajinya. Sekjen The Macz Man, Mustafa, mengatakan bahwa langkah PSM memang sudah terhenti. Akan tetapi, di ajang Piala Presiden 2019 ini ada faktor lain yang tetap harus dipertahankan, yakni kehormatan. Karena itu, menurutnya, laga kontra PSIS ini adalah pertaruhan harga diri. "Jadi PSM harus menang agar kepala seluruh pemain tetap tegak saat pulang ke Makassar," terang Mustafa. Mustafa tidak peduli meski nantinya pelatih Darije Kalezic dominan memainkan skuat pelapis. "Saya rasa tetap bisa merepotkan PSIS. Apalagi mereka akan bermain tanpa beban," tambahnya. Demikian dengan Panglima Laskar Ayam Jantan (LAJ), Uki Nugraha. Dg Uki sapaannya menilai skuat inti dan pelapis kualitasnya tidak jauh berbeda. Pria 47 tahun ini tetap berangkat mendukung langsung tim di Magelang. Dia memboyong putranya, Pangempat. "Meski tida ada peluang, tetapi ini pertaruhan nama besar PSM. Kami sebagai suporter tetap terus mendukung," janjinya. Asisten Pelatih PSM, Imran Amirullah, yakin timnya bisa menjawab tantangan tersebut. Ia mengatakan kondisi tim saat ini jauh lebih baik dari dua laga Piala Presiden sebelumnya. Selain mendapat hasil baik kontra Lao Toyota di AFC Cup juga kondisi beberapa pemain kian membaik. Takwir, luka di kepalanya sudah kering. Meskipun Hilman Syah dan Heri Prasetyo masih diragukan karena cedera. Imran berharap anak asuhnya menang agar motivasi tim tetap terjaga untuk persiapan laga AFC Cup selanjutnya. Ya, Selasa, 2 April PSM menghadapi Kaya FC di Stadion Paansari, Bogor. "Keseluruhan membaik. Kecuali yang cedera. Kita akan lihat sampai hari H siapa pemain yang fit. Siap dimainkan," jelasnya. Jika PSM hanya akan mempersiapkan skuat pelapis, kubu PSIS mempersiapkan kekuatan terbaiknya. Hanya minus M Rio yang diragukan tampil karena masalah otot pahanya dan Arthur Bonai ke timnas. Ya, Laskar Mahesa Jenar--julukan PSIS--masih memiliki kans untuk lolos. Mereka wajib menang. Pelatih PSIS, Jafri Sastra, mengatakan untuk menghadapi PSM ia tak ingin terpengaruh lawan yang hanya memainkan skuat pelapis. "Mereka tentu akan bangkit besok. Itu yang kita waspadai," kata Jafri yang mengaku sudah menganalisis permainan PSM di AFC CUP. (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: