Memasak Menu Jangan Gandul, Dipercaya Menangkal Gunung Slamet Meletus

Memasak Menu Jangan Gandul, Dipercaya Menangkal Gunung Slamet Meletus

Warga Desa Babakan tengah memasak jangan gandul di atas Pawon.-ADITYA/RADARMAS-

Tradisi Pawonan di Desa Babakan, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga

Memasak sayur buah pepaya atau jangan gandul merupakan tradisi yang ada di Kabupaten Purbalingga. Di Desa Babakan, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga dipadukan dengan Pawonan. tradisi apakah itu?

ADITYA WISNU WARDANA, Purbalingga

Sejumlah warga Desa Babakan, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga terlihat memasak di atas pawon atau tungku batu. Mereka tengah mengaduk-aduk sayur di atas wajan.

BACA JUGA:Perajin Genteng Pancasan, Banyumas, Manfaatkan Minyak Destilasi Pembakaran Sampah Untuk Pelumas Cetakan

Sayur yang tengah diaduk-aduk tersebut adalah dayur daun pepaya muda atau dalam bahasa Purbalingga jangan gandul. 

Ainun Ketua RT 5 Desa Babakan, yang juga aktivis Karang Taruna Purbalingga mengatakan, kegiatan memasak bersama tersebut merupakan tradisi rutin warga.

"Khusus hari ini (Minggu, 22 Oktober 2023), kami memasak menu jangan gandul. Dimana memasak jangan gandul konon dipercaya dapat menangkal meletusnya Gunung Slamet," katanya.

BACA JUGA:Kronologi Kecelakaan Mobil Pikap yang Membawa Rombongan Santriwati di Kedungreja, Cilacap

Diketahui, beberapa hari terakhir aktivitas Gunung Slamet. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan adanya peningkatan aktivitas vulkanik, sejak 1 September – 18 Oktober 2023. 

Status Gunung Slamet naik Level I atau Normal menjadi Level II atau Waspada.Peningkatan status Gunung Slamet ini terjadi sejak, Kamis, 18 Oktobet 2023 pagi. 

Tradisi memasak jangan gandul itu lebih dikenal dengan nama gandulan. Dengan membuat sayur yang berbahan pokok pepaya muda ini, diharapkan Gunung Slamet yang aktivitasnya tengah meningkat tak sampai meletus.

BACA JUGA:Gunung Slamet Waspada, DPRD Minta Pemkab Hadirkan Ahli Vulkanologi untuk Edukasi Masyarakat

Tokoh masyarakat Desa Babakan Adi Purwanto mengatakan, aktivitas memasak bersama di aas pawon tersebut, awalnya hanya sekedar iseng.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: