Melihat Usaha Rumahan Keripik Jamur Tiram Pengusaha Muda, Anggoro Aziz

Melihat Usaha Rumahan Keripik Jamur Tiram Pengusaha Muda, Anggoro Aziz

Di rumahnya daerah Pasir Wetan, Anggoro Aziz memproduksi kripik krispy empat rasa berbahan dasar jamur tiram yang banyak disukai.-YUDHA IMAN PRIMADI/RADAR BANYUMAS-

Modal Ratusan Ribu, Omset Jutaan Per Minggu

 

Meski banyak disukai, keripik jamur tiram belum se-familiar keripik tempe atau pisang. Di tangan Anggoro Aziz (24), jamur tiram diolah rumahan menjadi jamur crispy empat rasa bermerek dagang Mushroom-Nim. Dengan modal berhutang Rp 700 ribu di tahun 2021, pemuda asal Desa Pasir Wetan Karanglewas tersebut kini mampu meraup omset sampai Rp 1 juta per minggu dengan pemasaran sampai Jakarta, Yogyakarta dan Surabaya.

-----------------

YUDHA IMAN PRIMADI - Banyumas

----------------------

DITEMUI Radarmas di rumahnya pada Minggu (13/8), Aziz sedang dalam waktu luangnya. Kesibukan mengolah jamur tiram hingga mengemasnya sebelum dipasarkan masih menunggu suplai jamur dari petani jamur rekanannya.

Tidak bisa melawan alam, produksi jamur tiram sebagai bahan dasar keripik di musim kemarau ikut berkurang. Seperti pekan ini dirinya hanya mendapat suplai jamur Tiram 4 kilogram yang diolah menjadi 80 bungkus kripik crispy kemasan 60 gram dengan rasa original, barbaque, balado dan kimchi. Per bungkus harga Mushroom-Nim dijualnya paling mahal Rp 13 ribu.

BACA JUGA:Heryunita Lestari, Atlet Olahraga Bridge yang Berlaga di Porprov Jateng 2023 Meski Hamil 8 Bulan

"Sekarang omset rata-rata sekitar Rp 4 juta per bulan atau Rp 1 juta seminggu. Kalau stok jamur Tiram sedang banyak dan murah bisa lebih. Per minggu produksi ratusan bungkus," katanya.

Meski berstatus usaha rumahan skala kecil atau UMKM, Aziz telah melengkapi produknya dengan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) dan sertifikat halal.

Yang belum dan masih berproses tahun ini, merek dagang Mushroom-Nim segera didaftarkan untuk memperoleh Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI).

Tanpa PIRT dan sertifikat halal, kripik jamur olahannya sulit menembus pasar kota-kota besar seperti Jakarta, Yogyakarta dan Surabaya selain memenuhi order dari mall dan sebagian outlet makanan di Purwokerto.

BACA JUGA:Tunjukkan Santri Bisa Bersaing di Kompetisi Teknologi Tingkat Internasional

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: